Suara.com - Kondisi perekonomian Indonesia membaik dari indeks konsumen. Ini menunjang dorongan optimisme di dunia usaha Tanah Air.
Hal itu dikatakan VP Corporate Development & Market Research Forextime (perusahaan jasa finansial) Jameel Ahmad. Kata dia, konsumsi dalam negeri meningkatkan ketahanan ekonomi domestik.
"Optimisme bagi kemampuan ekonomi Indonesia untuk membangun ketahanan domestik meningkat, setelah muncul berita indeks konsumen di Indonesia," kata Jameel Ahmad dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (13/5/2017).
Dia mengingatkan bahwa data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa indeks konsumen mencapai 123,7 pada April atau meningkat dari 121,5 pada Maret.
Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia menilai, capaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,1 persen pada kuartal I-2017 telah membangkitkan optimisme dunia usaha.
Karena itu, ujar Bahlil Lahadalia lagi, momentum pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang terus diraih oleh Indonesia pada saat ini juga harus terus dijaga berbagai pihak.
"PDB awal tahun ini bangkitkan optimisme kita," kata Bahlil dan mengingatkan, secara siklus biasanya pertumbuhan ekonomi baru akan menguat pada periode kuartal III dan IV.
Ketua Umum Hipmi mengimbau agar pelaku usaha berperan serta membantu pemerintah menjaga momentum pertumbuhan tersebut, utamanya pelaku usaha besar.
Selain itu, ia juga menyebutkan perlu keberanian kolektif guna membantu pemerintah bersama korporasi-korporasi besar mengangkat perekonomian.
Baca Juga: Belanja Pemerintah Belum Maksimal Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Hipmi juga berharap agar pemerintah menjaga belanja negara agar makin meningkat pada kuartal II-2017, meskipun pemerintah tengah melakukan pengetatan atau disiplin anggaran.
"Kalau pihak swasta berkolaborasi dengan belanja pemerintah mendorong pengeluaran yang besar tentu efeknya akan berlipat pada keseluruhan kegiatan ekonomi domestik," ujarnya lagi.
Bahlil mengatakan, pemerintah perlu memperkuat permintaan, sehingga dapat mendorong industrialisasi atau peningkatan kapasitas produksi dengan memperlancar serapan anggaran. (Antara)
Berita Terkait
-
Belanja Pemerintah Belum Maksimal Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Nasdem Ingin Pertumbuhan Ekonomi Q2 2017 Capai 5 Persen
-
INDEF Sindir Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tidak Berkualitas
-
Presiden Jokowi: Sejak 1997, Ekonomi Indonesia Tumbuh 300 Persen
-
Citi Indonesia Optimis Ekonomi Indonesia Bangkit di Semester II
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ada Aturan Baru Bansos, Begini Cara Update Desil Agar Tetap Terima Bantuan
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan