Bank Indonesia mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dalam bertransaksi secara non-tunai, khususnya saat perjalanan pulang kampung (mudik) menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Tirta Segara dalam pesan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/6/2017), mengatakan saat ini fasilitas pembayaran non-tunai sudah diperluas untuk merambah layanan saat kegiatan mudik. Seiring dengan itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan dalam sistem pembayaran.
"Beberapa kasus kejahatan sistem pembayaran yang mungkin terjadi antara lain berupa 'skimming', 'phishing' dan 'malware'," kata Tirta.
"Skimming" adalah tindakan mencuri data nasabah dengan memasang alat perekam data, yang umumnya dilakukan pada mesin perekam data (Electronic Data Capture/EDC) dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Sedangkan "Phishing" adalah tindakan ilegal untuk memperoleh informasi sensitif seperti nama pengguna dan sandi rahasia, detil kartu kredit, dan lain-lain. Sementara 'malware' merupakan perangkat lunak atau kode yang diciptakan seseorang dengan tujuan jahat.
Masyarakat, lanjut Tirta, harus berhati-hati dalam bertransaksi melalui layanan "internet banking", "mobile banking", "sms banking", transaksi melalui ATM dan EDC. Nasabah juga diminta untuk menjaga keamanan perangkat atau gawai, dengan tidak membuka situs-situs yang tidak aman, serta senantiasa melakukan pemutakhiran (update) anti virus.
"Apabila masyarakat mencurigai adanya penipuan atau kejahatan non-tunai, masyarakat dapat melaporkan kepada pihak penerbit kartu serta kepolisian sebagai pihak penegak hukum," ujar Tirta.
BI juga meminta masyarakat untuk memilah informasi yang beredar mengenai penipuan atau kejahatan sistem pembayaran. Tirta menjamin otoritas dan penyelenggara sistem pembayaran akan meningkatkan pengamanan sistem pembayaran.
"Seluruh pihak juga terus berkoordinasi dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan sistem pembayaran," ujarnya.
Baca Juga: Himpunan Bank BUMN Sinergikan Sistem Pembayaran
Seperti diketahui, pemerintah dan BI mulai menguji coba pembayaran jasa tol menggunakan uang elektronik dari seluruh bank penerbit di ruas-ruas tol di Pulau Jawa. Sebagai contoh, empat bank BUMN saja, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara akan menyediakan sedikitnya 210 ribu keping uang elektronik baru untuk dibeli masyarakat guna membayar jasa tol.
BI mengestimasi tahun ini penggunaan transaksi non-tunai di gerbang tol akan mencapai 50 persen dari total transaksi dibanding tahun lalu yang sebesar 23 persen.
Selain itu, saat Lebaran, masyarakat kerap meningkatkan konsumsinya, seperti berbelanja makanan dan pakaian. Penggunaan alat pembayaran non-tunai untuk transaksi masyarakat sehari-hari, menurut BI, pun terus meningkat. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital
-
Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau
-
Awas! Praktik Jual-Beli Rekening Bisa Dijerat Hukum Penjara
-
Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN
-
Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
-
WSKT Rampungkan Proyek Rumah Sakit di Kalbar
-
Bank Saqu Gaet Komunitas Lari Bidik Nasabah Secara Organik
-
Daftar Proyek-proyek yang Akan Dijalankan Danantara