Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan pelayanan arus mudik lebaran tahun 2017. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur jalan dalam melayani arus mudik Lebaran tahun 2017 ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan kelancaran, kenyamanan dan keselamatan para pemudik Lebaran dan pengguna jalan selama masa liburan Idul Fitri 1438 ini.
Menteri Basuki menambahkan, tidak hanya di jalur Pantai Utara Jawa yang tetap menjadi primadona pemudik karena konsentrasi penduduknya, Kementerian PUPR juga menyiapkan jalur-jalur lainnya di Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi.
Memasuki H-10, pada jalur yang dikenal padat sebagai jalur wisata dan logistik di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yaitu Padang (Bypass)-Bukit Tinggi-Batas Riau, jajaran Ditjen Bina Marga - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III telah melakukan perbaikan berupa penanganan longsoran dan penutupan lubang, serta menempatkan personil di posko-posko siaga Sapta Taruna Bina Marga yang tersebar di jalur tersebut.
“Posko Siaga Sapta Taruna di seluruh Sumbar ada 16 posko dan di Bengkulu ada 9 posko. Posko dilengkapi informasi daerah rawan longsor, alat berat berupa dump truck, loader dan excavator dan petugas piket lebaran beserta call centernya. Mendekati lebaran, alat berat maupun petugas akan kami tambahkan,” tutur Kepala BPJN III Syaiful Anwar saat melakukan pengecekan langsung jalan Padang – Batas Riau, Sabtu, (17/6/2017).
Salah satu posko ditempatkan pada titik yang terkenal rawan, yaitu di KM 65 lebih dikenal dengan Tikungan Silaen. Di tikungan tersebut jalanan sangat curam menurun dan menanjak yang tajam disertai dengan tikungan tajam. Pengendara dihimbau untuk berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu di lokasi tersebut karena apabila hujan jalanan menjadi licin.
“Rambu lalu lintas juga telah diperbanyak melalui kerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian, agar dapat melayani mudik dengan lebih baik lagi,” tambah Syaiful.
Selain itu posko juga ditempatkan di Jembatan Kelok 9 yang terkenal akan keindahan lansekap alamnya yang harmonis dengan struktur jembatan. Pada spot pariwisata ini diprediksi akan terjadi kepadatan kendaraan.
Pada jalur terpadat di Sumbar yaitu Padang (Bypass) – Bukit Tinggi – Batas Riau sepanjang 205 km tersebut, saat ini telah siap 99 persen, hanya terdapat satu titik longsor yaitu pada KM 185 yang sedang dilakukan penanganan akibat longsor 9 Juni 2017 lalu. Longsor tersebut mengakibatkan tertutupnya satu lajur kendaraan dan hanya menyisakan satu lajur untuk dilalui kendaraan.
Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Rusun Parakan Wetan di Temanggung
Untuk mencegah kemacetan pada titik longsor longsor, pihak BPJN III sudah bergerak cepat dengan melakukan pemasangan plat decker untuk menahan timbunan. Saat ini progress pekerjaan sedang menunggu pengeringan beton pada plat decker tersebut dan diharapkan pada hari Senin (19/6) sudah dapat dilakukan penimbunan sehingga pada saat kepadatan arus mudik jalan sudah dapat dilalui kendaraan dengan 2 lajur.
Salah satu ruas penting lainnya adalah ruas Padang Bypass, proyek pelebaran jalan dari dua lajur menjadi empat jalur pada kedua arah saat ini sudah selesai dikerjakan. Pelebaran jalan yang menggunakan APBN senilai Rp 436 miliar tersebut dilaksanakan sejak April 2014 dan telah selesai 100 persen.
"Jalan ini memiliki panjang 27,25 km yang menghubungkan Teluk Bayur sampai Flyover Duku tanpa perlu masuk kota Padang. Jadi pemudik yang hendak melakukan perjalanan ke Bengkulu bisa langsung melalui Padang Bypass, termasuk yang ingin mudik ke Pekanbaru, Riau dan ke Padang Sidempuan hingga Medan, " tambah Syaiful.
Pembiayaan pelebaran jalan Padang Bypass ini menggunakan pinjaman luar negeri Pemerintah Korea Selatan. Pelebaran dilakukan dari seksi Gaung-Lubuk Begalung sepanjang 5 Km dan seksi Lubuk Begalung-Duku sepanjang 22 Km.
"Saat ini masih terdapat beberapa titik penyempitan jalan namun akan dilanjutkan pengerjaannya dengan menggunakan dana alokasi APBN senilai kurang lebih Rp 33 miliar. Penyempitan jalan ada di 12 titik ruas jalan dengan total sepanjang 1,4 km lagi,” tambahnya.
Pekerjaan pelebaran juga termasuk melakukan penambahan jembatan baru sebanyak 9 buah dengan panjang total 628 meter. " Untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara, railing jembatan kita cat merah, termasuk adanya marka dan lampu penerangan yang sudah sesuai standar,” tutup Syaiful.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya