Suara.com - Deputi V Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edy Putra Irawady menyayangkan sikap manajemen terkait aksi mogok kerja yang dilakukan pekerja PT. Jakarta International Container Terminal.
"Ini masalah korporasi, sayang sekali. Masalah (mogok kerja) itu sudah terjadi berulangkali. Seharusnya permasalahan ini bisa dihandle dong," kata Edy saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (3/8/2017).
Edy mengatakan manajemen JICT sebenarnya sudah lama mengetahui rencana karyawan untuk mogok dan seharusnya mereka cepat menyelesaikan persoalan agar tidak berdampak pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
"Mereka mau mogok itu sudah lama, perilaku ini sudah sering terjadi di Tanjung Priok. Saya saja sudah tahu sejak seminggu yang lalu. Artinya kan manajemen sudah tahu penyakitnya, tapi kenapa belum di selesaikan?" ujar Edy.
Itu sebabnya, Edy menyarankan manajemen dan pekerja duduk bersama untuk mencari jalan keluar agar persoalan yang sama tidak terulang.
"Mereka kan industri vital, kalau industri vital itu tidak boleh ada kegiatan-kegiatan yang menghambat dan mengganggu kinerja, karena dampaknya itu kan luar biasa ini pelabuhan loh. Jangan sampai ekspor kita terhenti begini," kata Edy.
Aktivitas JICT lumpuh total akibat karyawan mogok sejak Kamis (3/8/2017) pukul 07.00 WIB. Aksi mogok kerja bakal terus berlangsung hingga 10 Agustus 2017.
Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JICT M. Firmansyah mengatakan aksi mogok kerja terkait kasus perpanjangan kontrak JICT yang dianggap melanggar peraturan.
"Uang sewa ilegal perpanjangan kontrak JICT yang telah dibayarkan sejak tahun 2015 telah berdampak terhadap pengurangan hak pekerja sebesar 42 persen," katanya.
Menurut Firmansyah kebijakan tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan JICT yang mengalami peningkatan 4,6 persen pada tahun dan juga kenaikan biaya overhead termasuk bonus tantiem direksi serta komisaris sebesar 18 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Permintaan Hewan Kurban Meningkat, Lalu Lintas Sapi Tembus 198 Ribu Ekor
-
Ditopang Ekspor Nonmigas, Surplus Perdagangan RI Tembus USD 1,27 Miliar
-
Perayaan HUT ke-27, JICT Dorong Kinerja dan Daya Saing Terminal
-
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Pensiunan JICT: Pelaku Panik saat Kepergok Mencuri
-
Polda Metro Kerahkan Tim Elite, Buru Pelaku Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare
-
Panggil Seluruh Bos Himbara, Prabowo Tagih Peran Himbara ke Ekonomi
-
Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat
-
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM
-
Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market
-
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga
-
Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran
-
Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi
-
Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI
-
Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan