Suara.com - Mau menjadi entrepreneur nggak perlu terlalu pusing dengan strategi atau konsep muluk. Intinya bagaimana bisa membuat ‘sesuatu’ yang secara konsisten menghasilkan uang.
Bingung? Belajar dari pengusaha yang sudah khatam pengalaman di dunia bisnis seperti Erwin Aksa deh!
Nama Erwin Aksa sudah tak asing lagi buat jagad bisnis. Pria yang secara silsilah punya hubungan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini masuk dalam jajaran orang terkaya di Tanah Air.
Dia juga menjabat sebagai Presiden Direktur Bosowa Corporation, perusahaan yang bergerak di bidang bisnis semen, sumber daya alam, jasa keuangan, asuransi, pembiayaan, perbankan, infrastruktur, otomotif hingga jasa transportasi.
Erwin Aksa yang terlahir dari keluarga kaya gak lantas mau sekadar meneruskan bisnis keluarga. Justru sejak kecil, dia sudah mandiri keluar dari rumah. Terbukti, dia pantas disebut entrepreneur muda yang pernah pegang komando HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia).
Kiprah Erwin Aksa bisa melanglang buana dengan usahanya bisa dicontek. Apalagi dia termasuk yang royal berbagi ilmu. Erwin sering memenuhi undangan seminar, talk show di manapun.
Berikut ini beberapa poin yang bisa dicontek dari gaya Erwin Aksa berbisnis:
Sadar ada proses
Tidak ada pengusaha yang langsung masuk daftar orang kaya versi Forbes tanpa proses. Pengusaha yang baik dan ulet selalu mengawali usahanya dari skala kecil. Dari yang kecil kemudian diimprovisasi agar skalanya menjadi besar.
Bentuk karakter
Pengusaha wajib punya karakter. Karakter ini yang mewarnai usaha bisnis yang dijalani. Erwin mengingatkan karakter yang mesti dipenuhi seorang pengusaha, antara lain kemampuan bekerja dengan efisien, hemat, jujur, plus berani dalam bertindak.
Pengusaha wajib memiliki kejujuran. Nggak hanya terhadap produk atau jasa yang dihasilkan, tapi juga ke konsumen dan karyawannya. Pengusaha juga harus berani mengkalkulasi risiko yang diambil dan tetap punya nyali agar nggak takut terhadap kegagalan.
Kreativitas
Dalam dunia usaha, kreativitas memegang peranan penting. Erwin menekankan kreativitas menjadi kunci kesuksesan usaha. Ketika terjun di dunia usaha, seketika akan menghadapi dunia yang penuh persaingan. Tanpa kreativitas, maka usaha yang dikembangkan bakal sulit bertahan.
Efisien dan hemat
Punya kemampuan untuk efisien dan hemat, sudah cukup membawa ke pintu kesuksesan. Dua hal itu sangat krusial. Calon pengusaha mesti piawai mengefisienkan segala biaya produksi. Hal yang sama juga berlaku dalam urusan berhemat agar keuntungan yang diharapkan lebih maksimal.
Punya visi
Jangan lupakan perspektif dan visi yang luas mengingat perubahan bergerak sangat cepat. Pelaku bisnis yang terlena dengan keadaan sekarang bakal gagap bila lingkungan sekitar berubah cepat.
Maka itu pelajari bisnis yang sedang dilakoni. Paham tentukan posisinya di mana. Berikutnya baru racik solusi menghadapi tantangan.
Baca juga artikel Duitpintar lainnya:
Kisah Inspiratif Lima Pengusaha Berusia 20 Tahun yang Bisa Ditiru
Daftar Pengusaha Muda Tionghoa yang Sukses Berbisnis di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Joseph Oetomo: Sosok di Balik PT Toba Pulp Lestari, Berapa Porsi Sahamnya?
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim