PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengajukan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2. Tujuannya untuk memperbanyak investor ritel dan memperdalam transaksi saham setiap harinya.
"Jadi rasio yang dipecah setengahnya. Nanti segera kami harapkan pekan ketiga September 2017 bisa efektif di Bursa Efek Indonesia," kata Direktur Utama Mandiri Kartika Wirjoatmodjo usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Senin (21/8/2017).
Adapun pada penutupan perdagangan Jumat, 18 Agustus 2017, saham Bank Mandiri yang berkode BMRI diperdagangkan pada Rp13.100 per lembar saham.
Tiko, sapaan akrab Kartika, mengatakan pemecahan saham perlu dilakukan untuk meningkatkan kepemilikan investor ritel. Saat ini, kata Tiko, kepemilikan saham di Bank Mandiri yang berasal dari investor luar negeri cukup tinggi. Dengan harga saham yang lebih murah, maka portofolio investor ritel domestik di BMRI akan meningkat.
"Jadi kita harapkan investor ritel diharapkan lebih masuk. Jadi nanti transaksi harian kita lebih banyak juga dari investor ritel domestik," ujar dia.
Dalam RUPSLB hari ini, pemegang saham juga mengangkat Hartadi A Sarwono sebagai Komisaris Utama perseroan, menggantikan Wimboh Santoso yang telah terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.
"Dengan latar belakang Pak Hartadi yang pernah menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, seorang birokrat senior, diharapkan mampu mendorong kinerja Bank Mandiri," ujar dia.
Pemegang saham Mandiri juga menunjuk R.Widyopramono, seorang mantan jaksa senior, sebagai Komisaris.
Adapun Darmawan Junaidi diangkat menjadi Direktur Treasuri menggantikan Pahala Mansury yang ditunjuk sebagai Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Persero Tbk.
Baca Juga: Layani Iuran BPJS, Bank Mandiri Gandeng Kimia Farma
Hingga Juni 2017, Mandiri mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11,6 persen atau menjadi Rp682 triliun. Ekspansi tersebut selanjutnya mendorong Bank Mandiri mempertahankan reputasi bank beraset terbesar di Indonesia dengan capaian sebesar Rp1.067,4 triliun pada akhir Juni 2017, naik 33,7 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih Mandiri hingga Juni 2017 sebesar Rp9,5 triliun. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
IES 2026 Menjadi Ruang Dialog Ekonomi, Energi, dan Daya Saing Indonesia
-
Kemenperin Akui Baja China Jadi Masalah di Indonesia
-
Permintaan Obligasi Indonesia Turun ke Titik Terendah dalam Setahun Terakhir
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Pertamina Gagalkan Pencurian 10 Ton Minyak Mentah di Prabumulih
-
Arief Muhammad Rambah Bisnis Baru, Portofolio Usaha Makin Besar
-
Pandu Sjahrir Beberkan Mekanisme Danantara Investasi di Pasar Saham
-
Danantara Tak Mau Ikut Campur Soal Saham Gorengan yang Diusut Bareskrim
-
Tak Lagi Andalkan Listrik, Bisnis Beyond kWh Didorong Jadi Sumber Pertumbuhan
-
Setelah Perbaiki KRAS, Danantara Bangun Pabrik Baja Baru