Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya masih menelusuri keuntungan yang diperoleh pemilik situs Nikahsirri.com Aris Wahyudi yang telah menjadi tersangka kasus dugaan pornografi. Polisi akan meminta pihak bank untuk membuka rekening milik Aris.
"Nanti kami akan cek. Dia (Aris) kan ada beberapa rekening bank. Kami akan komunikasikan dengan bank yang bersangkutan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (27/9/2017).
Argo menyampaikan, motif Aris membuat situs perjodohan dan lelang perawan untuk mencari keuntungan ekonomi. Untuk bisa mengakses situs Nikahsirri.com, setiap member atau klien wajib membayar Rp100 ribu sebagai uang mahar.
"Pengakuan tersangka untuk ekonomi saja. Karena kalau kami lihat setiap satu koin mahar itu Rp100 ribu. Kalau orang sudah jadi klien, sudah membayar Rp100 ribu sebagai 1 koin mahar, dia bisa membuka di mitra," kata dia.
Argo menyampaikan, Aris juga telah merekrut 300 mitra yang terdiri dari perempuan dan laki-laki yang siap dinikahi secara siri lewat proses lelang. Setiap mitra tersebut memiliki nilai mahar dalam bentuk koin yang berbeda-beda.
"Misal di mitra laki-laki atau perempuan itu berapa, ada di situ budgetnya. Misal perempuan 200 koin berarti kali Rp100 ribu ada Rp2 juta," kata dia.
Argo menyampaikan, Aris mendapatkan keuntungan 20 persen dari uang mahar perempuan atau laki-laki yang sudah dilelang kepada klien.
"Misal dari 200 koin kan Rp2 juta, 20 persen Rp400 ribu, itu satu orang dapat itu dari klien," kata dia.
Baca Juga: PKS Sebut Nikahsirri.com Modus Prostitusi Berkedok Agama
Setelah uang mahar itu ditransfer ke rekening, maka Aris akan menjadwalkan pertemuan antara klien dan mitra situs tersebut.
"Tersangka akan atur pertemuan kalau sudah kirim duit ke rekening tersangka ini, tersangka akan atur. Nanti pertemuan di mana, tersangka atur," kata dia
Namun demikan, polisi sejauh ini belum bisa menentukan berapa total uang yang sudah masuk ke rekening Aris.
Polisi juga berencana meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk menelusuri aliran dana Aris yang diperoleh dari pembuatan situs tersebut
"Kalau aliran dananya besar, kami nanti ke PPATK. Sementara kami belum ke sana, tapi tetap ke banknya," kata Argo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris
-
Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait
-
Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus
-
Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama