Bank Mandiri terus berupaya meningkatkan nilai tambah kepada korporasi yang menjadi nasabah dan mitra kerja perseroan. Terkait hal itu, Bank Mandiri menggelar Mandiri HR (Human Resources) Symposium sebagai ajang yang mempertemukan lebih dari 100 HR Management nasabah korporasi dan mitra kerja perseroan untuk berdiskusi tentang tren terbaru dalam HR Management serta penerapan strategi Talent Management secara komprehensif.
Mengangkat tema “Designing Indonesian Future Workforce”, seminar yang pertama kali diselenggarakan ini menghadirkan narasumber terkemuka dan pakar pengelolaan HR di Indonesia dan Asia, seperti mantan Menteri Keuangan Chatib Basri dan Partner Pricewaterhouse Coopers (PwC) wilayah Asia Malcolm Foo.
Menurut Senior EVP Human Capital Bank Mandiri Sanjay Bharwani, saat ini korporasi di Tanah Air memiliki tantangan baru dalam merumuskan kebijakan perusahaan dan pengelolaan ketenagakerjaan di era disruptive. Mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan dinamika baru yang muncul akibat adanya perubahan teknologi, globalisasi, demografi, nilai sosial, dan personal expectation dalam angkatan kerja yang saat ini didominasi oleh generasi millennials.
“Situasi ini perlu segera diantisipasi mengingat sumber daya manusia (Human Resources/HR) menjadi elemen vital bagi sebuah korporasi. Untuk itu, melalui simposium ini, kami ingin mempersiapkan HR management nasabah korporasi dan mitra kerja kami agar dapat menerapkan strategi pengelolaan HR yang bisa mendukung keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang,” kata Sanjay, saat membuka Mandiri HR Symposium di Jakarta, Selasa (26/9/2017).
Dalam kesempatan itu, Chatib Basri yang juga menjadi Advisory Board Chairman Mandiri Institute akan membahas dampak disrupsi dalam pengelolaan HR, dengan mengangkat tema “Impact of Disruption and Employment”. Sedangkan Malcolm Foo dari Pricewaterhouse Cooper, akan memaparkan tema “What Leaders are Needed in Disruptive Era”, yang membahas mengenai peran kepemimpinan dalam menghadapi tantangan dan tuntutan dunia kerja yang telah bertransformasi.
“Kami juga memperkenalkan layanan perbankan terintegrasi bagi perusahaan Mitra Bank Mandiri. Layanan berupa fitur Bank at Work dapat membantu Perusahaan dalam memenuhi berbagai kebutuhan pegawainya,” kata Sanjay.
Salah satu layanan tersebut adalah Financial Clinic bagi pegawai perusahaan Mitra, yang disampaikan oleh Financial Planner terkemuka, Ahmad Gozali, dari Zelts Consulting, Nantinya setiap perusahaan yang telah bekerja sama dalam Layanan Bank at Work dari Bank Mandiri akan berhak untuk memperoleh fasilitas Financial Clinic dari Bank Mandiri.
“Inovasi layanan Bank at Work juga merupakan salah satu upaya Bank Mandiri dalam meningkatkan nilai tambah bagi karyawan nasabah korporasi sehingga akan semakin loyal kepada Perusahaan,” katanya.
Sementara terkait dengan faktor kesehatan pegawai, simposium ini juga menghadirkan Pakar Gizi Dr. Grace Harnanta dan Chef Farah Quinn, yang akan menyampaikan materi bertema “Disrupting our Health Lifestyle”, yaitu tentang gaya hidup sehat terutama pola dan menu makan sehat.
Simposium ini diakhiri dengan diskusi pengelolaan HR pada korporasi dalam menghadapi tuntutan perubahan pola kerja dan dampaknya terhadap organisasi perusahaan, sumber daya manusia, dan perekonomian. Tampil sebagai pembicara panel antara lain Direktur Human Resources & General Affair Jasa Marga Kushartanto Koeswiranto, Direktur General Affairs & Human Capital Kimia Farma Arief Pramuhanto, dan Managing Director Pricewaterhouse Coopers Chan-Cheong Siew.
“Kami berharap ajang diskusi ini dapat memberikan dampak dan meningkatkan kontribusi positif Bank Mandiri bagi pengembangan perseroan serta pembangunan ekonomi Indonesia,” pungkas Sanjay.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026