Suara.com - Kartu kredit menjadi alat untuk memudahkan proses pembayaran. Untuk barang yang harganya mahal, si pemilik kartu kredit dapat menikmati fasilitas cicilan yang ditawarkan. Singkatnya, pemiliknya tidak perlu lagi menunggu uangnya cukup ketika ingin membeli barang mewah.
Fasilitas dan kemudahan yang diberikan kartu kredit tak jarang membuat penggunanya terlena. Parahnya, ada pengguna yang menumpuk utang di kartu kredit tersebut. Setelah itu, ia lari karena tidak sanggup membayar tagihan utang yang tertera.
Kartu kredit yang harusnya berguna untuk mempermudah proses pembayaran kini telah berubah menjadi sumur utang. Agar tidak terlilit utang, pertimbangkan beberapa hal di bawah ini saat berbelanja dengan kartu kredit.
1. Ketahui Besar Bunga Cicilan
Setiap kartu kredit memiliki besar bunga yang berbeda-beda, tergantung pada kebijakan setiap bank penerbitnya. Di era modern seperti sekarang, banyak bank penerbit yang memberikan bunga cicilan 0% bagi nasabahnya. Akan tetapi, cicilan 0% hanya untuk barang-barang tertentu saja, bukan semua jenis barang.
Sebelum membeli suatu barang, perhatikan berapa bunga cicilannya setiap bulan. Manfaatkan bunga cicilan 0% untuk barang-barang yang Anda butuhkan. Jika bunganya lebih dari 3%, sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan pembelian.
Besarnya bunga cicilan akan memengaruhi jumlah yang dibayarkan setiap bulan. Semakin tinggi harga barang yang mau dibeli, semakin tinggi pula bunga cicilannya.
2. Mengetahui Denda Keterlambatan Pembayaran
Cicilan yang tidak dibayarkan pada saat jatuh tempo akan dikenakan biaya keterlambatan. Besarnya biaya keterlambatan tergantung pada kebijakan masing-masing bank penerbit. Denda yang dikenakan biasanya 3% dari total tagihan yang harus dibayarkan.
Denda keterlambatan yang dibayarkan akan semakin mahal jika proses pembayarannya ditunda-tunda. Total tagihan, bunga, dan denda di bulan lalu nantinya akan diakumulasikan untuk pembayaran bulan berikutnya, dan seterusnya.
3. Mengetahui Periode Cicilan Kartu Kredit
Periode cicilan kartu kredit sangatlah beragam. Ada yang 3 bulan, 6 bulan, 9, bulan, 12 bulan, bahkan 24 bulan. Lama tidaknya periode cicilan tergantung pada harga barang yang akan dikreditkan. Semakin mahal harganya, semakin lama pula periode cicilannya.
Periode cicilan yang akan diambil tergantung pada kemampuan finansial si debitur. Jika finansialnya bagus, periode cicilannya bisa pendek. Oleh karena itu, sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Tak ada salahnya untuk memanfaatkan periode cicilan yang panjang, apalagi dengan bunga cicilan 0%.
4. Mengetahui Besarnya Limit yang Ditetapkan
Setiap kartu kredit memiliki limit atas batas maksimum utang. Ketika barang yang hendak dibeli melebihi limit, maka barang tersebut tidak akan bisa dikreditkan. Misalnya, limit kartu kredit Rp40 juta, sedangkan harga barang Rp50 juta. Sudah jelas Anda tidak akan diperbolehkan untuk menikmati tawaran kredit.
Besarnya limit kartu kredit tergantung pada jenis kartu kreditnya. Ada tiga tipe kartu kredit, yaitu:
• Silver, maksimum kredit Rp25 juta
• Platinum, maksimum kredit Rp30 juta
• Gold, maksimum kredit Rp40 juta
Semakin tinggi tipe kartu kredit, semakin besar pula limit yang ditawarkan. Tapi jangan senang dulu karena biaya bunga dan administrasi yang dibayarkan juga akan semakin besar. Ingat, semakin banyak fasilitas yang diberikan, semakin mahal pula biayanya.
5. Mengetahui Mekanisme Pembayaran Cicilan
Pembayaran cicilan kartu kredit bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu membayar total tagihan penuh dan membayar minimum. Kedua metode ini memiliki perbedaan masing-masing. Saat Anda memiliki membayar penuh, maka transaksi tagihan normal + jumlah cicilan per bulan. Misalnya, tagihan normal Rp10 juta, cicilan barang Rp3 juta, maka jumlah yang harus dibayarkan Rp13 juta per bulan.
Untuk pembayaran minimum, Anda hanya perlu membayar batas bawah dari total tagihan penuh. Persentase yang dikenakan sebesar 10% dari total tagihan. Misalnya, total tagihan Rp13 juta, maka pembayaran minimum= 10% x Rp13 juta = Rp1,3 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
Holding Mitra Mikro Perluas Inklusi Keuangan Lewat 430 Ribu Agen BRILink Mekaar
-
IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Purbaya Rotasi Pegawai Pajak usai OTT KPK, Kali Ketiga dalam Sebulan
-
Mendag Ungkap Harga CPO Hingga Batu Bara Anjlok di 2025
-
Meski Transaksi Digital Masif, BCA Tetap Gas Tambah Kantor Cabang
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Transaksi Digital Melesat, BCA Perketat Sistem Anti-Penipuan
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI