Suara.com - PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus menunjukkan kiprah positifnya di tengah gairah eksplorasi migas yang belakangan ini menurun. Memasuki tahun keenam berdirinya, PGN Saka menorehkan kinerja yang cukup membanggakan.
Kiprah PGN Saka yang tetap melakukan pengeboran lanjutan di blok South Sesulu dan blok Pangkah. Sepanjang tahun 2017, PGN Saka telah melakukan pengeboran di tiga (3) sumur terdiri dari satu (1) sumur eksplorasi dan dua (2) sumur development . Beberapa kegiatan study Seismic dan G&G juga telah dilakukan dengan tujuan meningkatkan pemahaman bawah permukaan, baik untuk pematangan berbagai prospek dalam wilayah kerja atau mendukung kegiatan pengeboran.
"Selain itu, PGN Saka telah mendapatkan persetujuan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) untuk Lapangan Sidayu di blok Pangkah pada bulan Oktober 2017. Ditargetkan Lapangan Sidayu sudah dapat berproduksi pada kuartal II tahun 2019," kata Tumbur Parlindungan, President Director PT Saka Energi Indonesia, di Jakarta, Selasa (12/12/2017).
Kinerja PGN Saka yang membanggakan terlihat dari kenaikan yang signifikan dalam jumlah produksi dan pendapatan tahun ini. PGN Saka mencatat peningkatan produksi mencapai 53.000 BOEPD dan peningkatan penghasilan secara signifikan dibandingkan target awal tahun 2017. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut yaitu adanya sumbangan hasil produksi dari blok Pangkah sebagai blok operator di lepas pantai bagian timur Laut Jawa serta blok-blok bukan operator (non-operated) seperti blok Muara Bakau dengan Lapangan Jangkriknya, blok Bangkanai di Kalimantan Tengah dan blok Ketapang di laut Jawa, blok Sanga-Sanga di Kalimantan Timur, blok Southeast Sumatra di Laut Jawa di ujung Selatan Sumatera serta blok Fasken di South Texas, Amerika.
"Produktivitas didukung dengan situasi global yang kembali stabil dengan harga minyak dunia kisaran 50 hingga 60 dolar Amerika per barel," ujarnya.
Tumbur mengungkapkan bahwa hal yang membanggakan yang telah dicapai oleh PGN Saka sepanjang tahun 2017 yaitu berhasil mencapai target produksi, menyederhanakan dan membuat proses operation menjadi lebih efisien. Walaupun banyak kegiatan yang sedang dilakukan, Saka Energi tetap mampu menjaga standar keamanan.
Menghadapi tahun 2018 mendatang, PGN Saka berharap dapat mempertahankan volume produksi migas dari blok-blok yang sudah beroperasi. PGN Saka memiliki rencana program pengeboran di tujuh (7) sumur, dimana akan dilakukan pengeboran di empat (4) sumur development dan satu (1) sumur eksplorasi di blok Pangkah, Jawa Timur, satu (1) sumur eksplorasi di blok South Sesulu di Kalimantan Timur dan satu (1) sumur eksplorasi di Wokam II, Papua.
“Mulai tahun 2018, sebagai bagian dari strategi transformasi digital, ditengah lingkungan kerja yang mobile saat ini penggunaan sistem sekuriti data sangat dibutuhkan untuk menghindari ancaman, terutama serangan siber. Dengan adanya teknologi ini, peningkatkan produktivitas dapat terjadi, dimana seluruh informasi dan pekerjaan dapat diletakkan di sebuah sistem yang sistematis dan diakses dengan mudah melalui aplikasi sehingga pembuatan keputusan dapat segera dilaksanakan. Mengefisiensikan bisnis kita,” tutupnya.
Sejalan dengan visi dan misi PGN Saka, masih banyak keinginan yang ingin diwujudkan untuk membesarkan PGN Saka di waktu depan. Manajemen akan berupaya tetap aktif mempertahankan hasil produksi dari blok-blok yang dikelola serta mencari wilayah penghasil energi minyak dan gas di Indonesia melalui cara organik dengan mengembangkan blok yang sudah ada.
Baca Juga: Kesal, Anies Salahkan PGN dan Palyja di Proyek Era Ahok Ini
Berita Terkait
-
Profil Hendi Prio Santoso: Dari Dirut PGN, MIND ID Hingga Resmi Jadi Koruptor
-
KPK Tuntut Eks Dirut PGN Hendi Prio Santoso 5 Tahun Penjara di Kasus Jual Beli Gas
-
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan
-
Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
-
Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur