Suara.com - Fraksi PAN di DPR menyebut pemerintah akan mengimpor beras ketan sebanyak 50 ribu ton. Beras ini di luar beras biasa yang rencananya juga akan diimpor sebanyak 500 ribu ton dalam.
Sekretaris Fraksi PAN DPR RI, Yandri Susanto mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Fraksi PAN, rencana impor beras ketan tersebut belum mendapatkan rekomendasi dari kementerian teknis terkait.
"Sementara menurut UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, jika saja para pengimpor ingin mengimpor bahan pangan, harus ada semacam rekomendasi atau izin kementerian teknis terkait," kata Yandri di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2018).
Menurut Yandri, jika pemerintah tetap melaksanakan kegiatan impor beras ketan tersebut, kebijakan ini berpotensi melanggat UU Pangan.
Yandri meminta agar para penegak hukum mengawasi kegiatan impor tersebut.
"Kami meminta ini untuk diawasi penegak hukum, KPK, Kepolisian dan Kejaksaan, termasuk juga DPR. Jadi sehingga penegakan hukum bisa dilaksanakan benar-benar, apalagi ini menyangkut hajat orang banyak, soal pangan," ujar Yandri.
Selain itu, Fraksi PAN menemukan adanya potensi penyimpangan dari rencana pemerintah mengimpor garam. Sebelumnya pemerintah akan mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton garam.
Sementara, Kementerian Kelautan dan Perikanan hanya memberikan rekomendasi impor garam sebanyak 2,1 juta ton.
"Jadi ada kelebihan kuota 1,6 juta ton. Ini artinya sangat berpotensi penyelewengan atau melanggar UU tadi. Sekali lagi kami minta ini diawasi, terutama aparat hukum, KPK, Polri dan Kejaksaan dan DPR. Jika ada yang melanggar, saya kira perlu ditindak," kata Yandri.
Baca Juga: Jokowi Bicara Soal Beras, Tapi Bukan Beras Impor, Lalu?
Berita Terkait
-
Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak
-
Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika
-
Bayar Zakat Fitrah Apakah Harus Pakai Beras? Simak Ketentuannya
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pangan Mahal, Harga Cabai hingga Daging Masih Tinggi
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Gandeng BDO, Kawasan Rebana Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global Berbasis ESG
-
Harga BBM Pertamina Melonjak per 1 Maret, Pertamax Dibanderol Rp 12.300/Liter
-
Usaha Mining Bitcoin Milik Donald Trump Rugi Besar
-
IHSG Melemah Sepekan, Saham BUMI Jadi Salah Satu Faktor
-
Realisasi Penjualan CLEO Kuartal III 2023 Capai Rp2,09 Triliun
-
Perang Timur Tengah: Sejumlah Penerbangan di Bandara Soetta Resmi Dibatalkan
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!