Dengan catatan, pilihlah pinjaman syarat dan biayanya sesuai dengan profil keuangan.
• KEB Hana Bank
KEB Hana Bank merupakan salah satu penyedia pinjaman online 2018 dengan tawaran bunga yang cukup menarik, yakni 0,95% per bulan tanpa syarat jumlah pinjaman tertentu. Dalam setahun, bunganya tak sampai 12% atau tepatnya 11,76%. Berikut ini spesifikasinya:
• Pinjaman tersedia mulai Rp 5 juta sampai Rp 200 juta
• Periode cicilan sampai 36 bulan
• Penghasilan nasabah minimal Rp 3,5 juta per bulan.
• Ajukan di situs bank atau melalui HaloMoney.co.id
• Nasabah adalah pegawai tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun
• KTA Bank Hana tidak mensyaratkan nasabah memiliki kartu kredit, namun cukup memiliki cicilan yang sedang berjalan seperti cicilan rumah atau kendaraan.
• KTA Bank CTBC Indonesia
Bank CTBC Indonesia menyediakan Kredit Tanpa Agunan untuk karyawan, profesional maupun wiraswasta dengan pagu atau limit kredit mulai Rp5 juta hingga Rp200 juta atau sekitar 8 kali penghasilan bulanan.
Sedangkan periode pinjaman atau tenor disediakan hingga 60 bulan atau 5 tahun. Informasi lainnya sebagai berikut:
• Pendapatan minimal Rp 2,5 juta per bulan (Jabodetabek) dan Rp2,1 juta (luar Jabodetabek).
• Peminjam belum memiliki histori pinjaman, penghasilan minimal Rp5 juta/bulan.
• Tidak perlu memiliki kartu kredit, tapi nasabah punya telepon fix line kantor dan memiliki histori pinjaman di bank lain yang sedang berjalan.
• Bunga pinjaman 0,97% per bulan jika diajukan melalui HaloMoney.co.id
• Standard Chartered
Pinjaman online ini bisa disetujui hanya dalam waktu tiga hari kerja setelah aplikasi lengkap diterima bank. Nilai pinjaman mulai Rp 5 juta hingga Rp 300 juta. Informasi detailnya sebagai berikut:
• Lama pinjaman hingga empat dan lima tahun khusus bagi karyawan.
• Minimum pendapatan bersih bagi karyawan sebesar Rp 5 juta per bulan.
• Pinjaman ini diutamakan bagi karyawan, wiraswasta, dan profesional di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Semarang.
• Peminjam telah memiliki kartu kredit.
• Bunga 0,98% per bulan jika pinjaman yang disetujui di atas Rp 125 juta di HaloMoney.co.id.
Berita Terkait
-
8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut
-
Cara Aktivasi Pinjaman Online Terbaru, Bunga Mulai 1,8 Persen dan Gratis Biaya Admin
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
Empat Bulan Pertama 2026, BRI Salurkan KUR Rp4,272 Triliun di Bali Nusra
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati
-
Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ