Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian tengah berusaha mendorong sektor industri di Indonesia untuk beradaptasi dengan masuknya era revolusi industri 4.0. dan berdaya saing global.
Tapi, sebenarnya apa sih dampaknya ke masyarakat dengan Industri 4.0 ini?
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, evolusi industri 4.0 ini pada dasarnya berkaitan dengan teknologi digital seperti internet. Industri dalam negeri yang ada diharapkan dapat memanfaatkan hal itu.
Dengan adanya revolusi yang berbasis teknologi digital ini, masyarakat bisa menggunakan produk yang semakin canggih.
“Yang pasti semua produk nantinya berbasis teknologi. Misalnya, masyarakat mulai bisa mengontrol home appliances peralatan rumah tangga dengan smartphone. Perlahan-lahan produk itu kan sudah ada saat ini kan,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (16/4/2018).
Dengan adanya revolusi Industri 4.0 ini Airlangga berharap produk-produk yang dihasilkan dalam negeri bisa lebih bervariasi lagi, sehingga masyarakat semakin mudah melakukan aktivitasnya.
“Contoh lain lagi, masyarakat sudah mulai biasa melakukan interaksi antara mesin di rumah dengan smartphone, bahkan di beberapa rumah, smartphone bisa untuk CCTV, yang pakai solar sel bisa mengkontrol setiap hari bisa listrik yang diproduksi solar panel berapa. Nah ini ke depan ini semakin intens," kata Airlangga.
Tag
Berita Terkait
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Prabowo Klaim Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Perang, Ini Datanya
-
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
-
Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%
-
Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi