Suara.com - PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk mengantongi laba bersih Rp3,66 triliun atau tumbuh 13,3 persen (tahun ke tahun/yoy) di kuartal I 2018, setelah pendapatan perseroan menggemuk karena menurunnya rasio kredit bermasalah sebesar 0,7 persen.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (23/4/2018), mengatakan perseroan melanjutkan aksi "bersih-bersih" kredit bermasalah secara masif untuk menjaga kualitas aset.
BNI juga menghadapi tantangan untuk persaingan penyaluran pembiayaan karena maraknya penerbitan obligasi oleh korporasi melalui pasar modal.
"Kita lanjutkan perbaikan NPL yang konservatif proaktif. Sampai kuartal I 2018, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bisa kami jaga di 2,3 persen. Strateginya dengan restrukturisasi kredit lebih awal, dan begitu ada debitur yang tidak berprospek kami langsung lakukan penjualan aset," tutur Baiquni.
NPL BNI turun hingga 0,7 persen di paruh pertama tahun ini menjadi 2,3 persen dari tiga persen, dengan perbaikan kualitas kredit di sektor kredit agrikultur, pertambangan, dan konstruksi. BNI memang menyalurkan sebagian besar kreditnya kepada sektor korporasi.
Dengan NPL turun, BNI menjaga biaya kredit (credit cost) di 1,7 persen, sementara biaya pencangan menurun tipis menjadi 147,1 persen dari 148 persen.
Namun, penyaluran kredit BNI masih tumbuh di 10,8 persen (yoy) pada kuartal I 2018. Baiquni mengatakan memang ada tantangan dalam penyaluran kredit tahun ini terutama karena debitur korporasi yang mulai banyak mengandalkan pembiayaan dari penerbitan surat utang di pasar modal.
"Tahun lalu kredit kami cuma tumbuh 12,3 persen, tahun ini kami perkirakan bisa 13-15 persen. Beberapa BUMN yang kerjakan proyek infrastuktur juga cari alternatif selain bank yaitu di pasar modal. Memang kreditnya tidak besar tapi dari pasar modal banyak," jelasnya.
Dengan intermediasi itu, BNI meraup pendapatan bunga bersih sebesar Rp8,5 triliun atau tumbuh 9,5 pesen. Sedangkan pendapatan non bunga (fee based income) tumbuh 18,5 persen (yoy) menjadi Rp2,65 triliun.
Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo merinci kredit BNI tumbuh 10,8 persen atau sebesar Rp439,4 triliun. Kredit BNI masih ditopang kredit korporasi sebesar Rp 216,09 triliun atau tumbuh 10,9 persen (yoy).
Sementara untuk Kredit Segmen Menengah dijaga dengan pertumbuhan konservatif yaitu 5,8 persen (yoy) sebesar Rp3,66 triliun. Kredit Segmen Kecil juga naik 13,4 persen (yoy) atau sebesar Rp57,73 triliun.
Untuk mendukung ekspansi kredit, BNI meraup Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp492,90 triliun atau meningkat sebesar 10,8 persen.
Dengan raihan kredit dan DPK tersebut, aset BNI di kuartal I 2018, terkumpul sebesar Rp699 triliun atau tumbuh 13,1 persen (yoy), dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 17,9 persen. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
Terkini
-
Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara
-
Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
S&P Dikabarkan Bahas Downgrade Utang RI, Benarkah?
-
Purbaya Ancam Pecat Petinggi BUMN Ekspor PT DSI Jika Tak Becus: Saya Anggota Pengawas Danantara!
-
Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi
-
Danantara Akan Terbitkan Surat Utang dalam Dolar AS saat Moody's Beri Outlook Negatif
-
Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?
-
TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health
-
Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang