- LPKR mencatat kenaikan underlying laba bersih 57 persen pada tahun buku 2025, didukung efisiensi dan eksekusi operasional.
- Pendapatan total LPKR tahun 2025 mencapai Rp 9,03 triliun, dengan segmen properti menyumbang Rp 7,67 triliun.
- Perseroan menutup 2025 dengan kas kuat Rp 1,96 triliun, berkat disiplin inti bisnis dan strategi pengurangan utang.
Suara.com - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mencatat peningkatan profitabilitas signifikan sepanjang tahun buku 2025. Di tengah tantangan makro ekonomi dan melemahnya daya beli konsumen, perseroan berhasil membukukan lonjakan underlying laba bersih (NPAT) sebesar 57 persen.
Berdasarkan laporan kinerja tahunan, LPKR mencatat pendapatan sebesar Rp 9,03 triliun dengan EBITDA Rp 1,37 triliun.
Sementara itu, laba bersih tercatat Rp 470 miliar dan underlying NPAT meningkat 57 persen menjadi Rp 630 miliar, mencerminkan perbaikan fundamental dan eksekusi operasional yang semakin solid.
Perseroan juga menutup tahun 2025 dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp 1,96 triliun, mempertegas komitmen perusahaan dalam menjaga likuiditas dan pengelolaan keuangan yang prudent.
Capaian ini didorong oleh fokus disiplin terhadap bisnis inti real estate dan lifestyle, peningkatan efisiensi berkelanjutan, serta pengendalian biaya dan upaya pengurangan utang.
CEO LPKR, John Riady, mengatakan pencapaian ini didukung oleh serah terima berbagai produk secara tepat waktu di berbagai wilayah.
"Strategi perumahan terjangkau perseroan yang dilengkapi penawaran di segmen premium, telah mendorong kinerja pra penjualan yang kuat. Inisiatif pengurangan hutang juga secara signifikan memperkuat struktur permodalan perseroan," ujarnya, seperti dikutip, Senin (2/3/2026).
Dari sisi operasional, segmen real estate menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp 7,67 triliun atau tumbuh 52 persen secara tahunan (year-on-year).
EBITDA segmen ini mencapai Rp 1,15 triliun, ditopang serah terima unit residensial dan komersial yang tepat waktu serta efisiensi operasional.
Baca Juga: Naik 98%, BCA Digital Raup Laba Bersih Rp 213,4 Miliar di 2025
Sementara itu, segmen gaya hidup yang mencakup bisnis mal dan hotel membukukan pendapatan Rp 1,37 triliun pada 2025. EBITDA segmen ini naik 16 persen secara tahunan menjadi Rp 448 miliar, seiring peningkatan sewa tenant dan optimalisasi biaya operasional.
Di sisi pra penjualan, LPKR mencatatkan angka Rp 5,32 triliun atau setara 85 persen dari target tahunan.
Permintaan rumah tapak segmen terjangkau maupun premium di berbagai wilayah menjadi penopang utama kinerja tersebut.
Dengan struktur keuangan yang semakin kuat dan efisiensi yang terjaga, LPKR menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profitabilitas serta memperkuat posisi di sektor properti nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan