Suara.com - Uni Eropa pada 2020 mendatang berencana menerapkan kebijakan pengenaan pajak terhadap raksasa-raksasa teknologi global sebesar 2 persen hingga 6 persen. Keputusan ini diutarakan setelah para pemimpin keuangan Eropa melakukan pertemuan dalam G20.
Dilansir Reuters pada Selasa (24/7/2018), Komisaris Eropa untuk Urusan Ekonomi dan Keuangan Pierre Moscovici mengatakan, usulan tersebut bertujuan memaksa raksasa-raksasa teknologi, seperti Amazon, Google, dan Facebook, untuk membayar pajak lebih tinggi.
UE menuduh perusahaan-perusahaan tersebut membayar pajak yang terlalu rendah dengan cara mengalihkan keuntungan dari bisnis mereka di Eropa ke negara-negara dengan tarif pajak lebih rendah, seperti Luksemburg dan Irlandia.
Pierre mengatakan dia menyerukan pajak berdasarkan omset untuk diadopsi sebelum akhir tahun sebagai solusi sementara.
Namun, beberapa anggota Uni Eropa telah menyuarakan keprihatinan perusahaan mereka yang akan tertekan pajak tersebut dan mitra internasional dapat merespons dengan tindakan balas dendam.
"Salah satu tantangan besar adalah perpajakan ekonomi digital, sebagian besar tentu saja merupakan perpajakan dari perusahaan-perusahaan Amerika - karena mereka adalah pemain kunci di dunia - jadi AS merasa ini serangan terselubung terhadap ekonomi digital mereka," perwakilan Dewan Eropa untuk Hubert Guchs Fuchs mengatakan di sela-sela pertemuan
Berdasarkan data 2017 lalu, Uni Eropa mengungkap bahwa pihaknya kecolongan hingga 5,4 miliar Euro atau sekitar Rp 85 triliun, yang berasal dari pemasukan pajak Google dan Facebook. Pemasukan pajak dari kedua raksasa teknologi itu berlangsung antara 2013 dan 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Menteri PKP: 133.000 Rumah Subsidi Berdiri di Jateng dan Jatim di 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak