Suara.com - Facebook dikabarkan batal mendirikan anak usahanya di Cina dan kini surat pendaftaran tersebut telah menghilang.
Dilansir New York Times, penyebabnya, pemerintah Cina membatalkan persetujuan pendirian anak usaha Facebook di Zhejiang.
Langkah ini merupakan kemunduran bagi Facebook, yang telah berjuang untuk mendapatkan pijakan di Cina.
Di negara terpadat di dunia ini, situs web dan aplikasi seperti Whatsapp diblokir oleh pemerintah.
Kejadian ini juga menggambarkan betapa sulitnya bagi perusahaan AS dan perusahaan teknologi untuk memasuki pasar Cina karena birokrasi dan proteksi pasar.
Mengutip Reuters, keputusan untuk membatalkan persetujuan itu muncul setelah terjadi perselisihan antara para pejabat di Zhejiang dan regulator internet nasional, Cyberspace Administration of China, yang marah bahwa lembaga tersebut tidak dilibatkan dalam konsultasi.
Pemblokiran persetujuan ini sebenarnya sudah terprediksi, sebab Cina selama ini sangat ketat menyensor gerai berita asing, mesin pencari dan media sosial termasuk konten dari Twitter Inc dan Google Alphabet Inc.
"Cina ingin mengendalikan apa yang masuk ke tangan publik. Kebijakan ini tentu menyulitkan Google dan Facebook untuk masuk di Cina," kata analis Elazar Advisors, Chaim Siegel, dilansir dari Reuters.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Apakah Halal Investasi Aset Kripto? Begini Kata Fatwa Muhammadiyah
-
KB Bank Rombak Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Barunya
-
Pelanggan Berbayar iQIYI di Indonesia Naik 5 Kali Lipat Berkat C-Drama dan Konten Lokal
-
Program Gentengisasi Prabowo Dimulai di Jatiwangi, Pemerintah Borong Genteng UMKM Senilai Rp3 Miliar
-
IHSG Masih Jeblok ke Level 7.338 pada Pembukaan Jumat
-
Kinerja BBRI di Tengah Kabar Dividen, Berapa Target Harga Sahamnya?
-
LPS Siapkan 2 Skenario Penjamin Polis Asuransi
-
Harga Emas di Pegadaian Anjlok Drastis Hari Ini, Cek Rinciannya
-
Permata Bank Raup Laba Rp3,6 Triliun, Segini Bocoran Dividen
-
Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200