- Permata Bank mencatat total pendapatan Rp12,6 triliun dan laba bersih Rp3,6 triliun sepanjang tahun 2025.
- Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan signifikan Pendapatan Non Bunga sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.
- Aset bank mencapai Rp268,3 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit 5,5 persen menjadi Rp163,3 triliun.
Suara.com - Permata Bank mencatatkan kinerja positif hingga akhir tahun 2025. Adapun, pertumbuhan total pendapatan sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun.
Selain itu, laba bersih sebesar Rp3,6 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh tipis 0,6 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang juga berada di kisaran Rp3,6 triliun.
Direktur Keuangan Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan yang signifikan dari Pendapatan Non Bunga sebesar 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.
"Kinerja tersebut turut mendorong pencapaian Laba Setelah Pajak sebesar Rp3,6 triliun," katanya di Gedung Bank Permata, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu mengenai dividen, perusahaan akan memastikan memberikannya dengan stabil. Nantinya, pengumumannya akan diungkapkan pada 7 April mendatang.
"Dividen tahun 2025 saya tidak bisa karena harus menunggu keputusan dari RUPS yang akan kita laksanakan di tanggal 7 April. Jadi mungkin tunggu tanggal mainnya di situ ya. Tapi mungkin yang bisa saya tambahkan adalah dari sisi strategi pemberian dividen pun sebenarnya kita akan terus memastikan bahwa pemberian itu adalah stabil dan sustain ya seperti tahun-tahun yang sebelumnya," jelasnya.
Di sisi neraca, total aset Bank meningkat 3,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp268,3 triliun. Sedangkan, simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen menjadi Rp192,8 triliun, didukung oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1 persen. Sehingga, rasio CASA meningkat menjadi 63,9 persen.
Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, Permata Bank tetap menjaga kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat 84,5 persen.
Selain itu, rasio likuiditas Basel III berada jauh di atas batas minimum dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 126,8 persen.
Baca Juga: Transaksi Digital Melejit, Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,7 Persen di Awal 2026
Struktur permodalan Bank juga sangat solid, dengan rasio CAR sebesar 34,6 persen dan CET-1 sebesar 26,6 persen menjadikannya salah satu yang terkuat di antara bank-bank umum komersial terbesar di Indonesia.
Penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen YoY menjadi Rp163,3 triliun, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi yang meningkat 11,2 persen YoY menjadi Rp99,6 triliun. Kualitas kredit tetap terjaga stabil dengan rasio NPL Gross di level 2,1 persen dan Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen.
Bank juga mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif dengan rasio NPLCoverage sebesar 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen.
Lalu, secara proaktif melakukan restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset untuk penyelesaian kredit bermasalah.
Kontribusi Permata Bank Unit Usaha Syariah juga menunjukkan kinerja positif. Sepanjang tahun 2025, Permata Bank Unit Usaha Syariah mencatat Laba Operasional sebelum Provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1 persen YoY.
Pertumbuhan ini didukung dengan Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil yang tumbuh mencapai 6,4 persen YoY dan konsistensi pengendalian biaya dengan baik.
Berita Terkait
-
Usai 'Dikeroyok' Sentimen Negatif, IHSG Jadi Indeks Berkinerja Paling Buruk di Dunia
-
Bank Mandiri Raup Laba Rp56,3 Triliun di 2025, Ini Pendorongnya
-
OCBC Raup Laba Rp5,1 Triliun di Tahun 2025, Ini Penyumbang Terbesar
-
Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026
-
Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?