Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut tingkat kemiskinan di Indonesia selama pemerintahan Jokowi mencapai 9,82 persen. Menurut Darmin Nasution, ini merupakan tingkat yang terendah.
Dia menjelaskan, raihan tingkat kemiskinan yang satu digit tersebut merupakan yang pertama kali sejak 10 tahun terakhir.
"Tingkat kemiskinan posisi terbaik kita alami setelah beberapa puluh tahun terakhir yaitu 9,82 persen satu digit," ujar Darmin dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).
Selain itu, mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengungkapkan perekonomian Indonesia kini lebih baik. Pasalnya, perekonomian Indonesia tahan dengan gejolak global yang ada.
Buktinya, kata Darmin Nasution, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2018 mencapai 5,17 persen. Pertumbuhan ini naik dari yang tahun sebelumnya yang hanya 5,02 persen pada 2014, 4,79 persen 2015, 5,02 persen 2016 dan 2017 mencapai 5,07 persen.
"Dalam situasi ekonomi dunia yang sedang terjadi gangguan dan gejolak. Itu prestasi yang mau tidak mau harus kita akui membaik pelan-pelan dalam situasi ekonomi dunia yang kurang baik," jelas dia.
Dia menambahkan, tingkat pengangguran juga dalam posisi terbaik dalam beberapa tahun terakhir dengan secara kosisten menurun 5,13 persen.
"Inflasi juga dikendalikan, dulu 20 tahun lalu inflasi kita double digit setelah reformasi ada upaya mengendalikannya dan dalam 4 tahun terakhir kinerjanya sungguh sudah bisa dibanggakan jauh lebih stabil karena bergerak di sekitar 3,5 persen mendekati negara-negara yang mampu mewujudkan inflasi rendah di sekitar kita," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z