Suara.com - Calon Presiden Prabowo Subianto berjanji jika dirinya terpilih sebagai presiden periode 2018-2024 maka akan menghentikan kegiatan impor. Lantas, apakah bisa sebuah negara tidak melakukan impor?
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Ade Reza Haryadi menjelaskan bahwa mungkin saja Indonesia bisa menghentikan impor. Namun, menurutnya tidak semua sektor kemudian Indonesia mengentikan kegiatan impornya.
“Mungkin saja, tergantung jenis barang yang diimpor. Untuk barang modal terutama mesin-mesin teknologi tinggi, bahan kimia, serta migas sepertinya dalam waktu singkat masih harus dipenuhi dari impor. Namun, komoditas pangan, industri manufaktur maupun barang konsumsi semestinya bisa ditekan dari ketergantungan impor,” kata Ade kepada Suara.com, Senin (5/11/2018).
Menurutnya, pemerintah bisa menekan ketergantungan impor terutama untuk sektor ketersediaan bahan pangan dengan cara memperbaiki perihal ketersediaan lahan pertanian. Tentu kata Ade, harus ada campur tangan dari pemerintah secara insentif.
“Mustinya ada pembenahan di hulu dari ketersediaan lahan, infrastruktur pertanian, tata niaga komoditas hingga industri hilir pendukung. Kalau itu dilakukan dengan konsisten, bukan hal mustahil kita lepas dari ketergantungan impor komoditas,” ujarnya.
Kembali ke soal kemungkinan Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor, Ade menilai Indonesia masih sulit untuk bisa mengurangi aktifitas impornya. Hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya ialah ketertinggalan teknologi yang membuat Indonesia terus mengimpor barang-barang berbau teknologi.
Namun menurutnya, Indonesia masih bisa membatasi bahkan mengurangi kebiasaan mengimpor komoditi bahan-bahan pangan apabila pemerintah mau memperbaiki terkait dengan sistem pengadaan bahan-bahan pangan.
“Ekspor-impor hal yang lazim, hanya saja kalo neraca perdagangan internasional kita defisit akibat impor yang terlalu tinggi ya kita akan menjadi tergantung nasibnya pada negara lain. Semestinya bisa balance atau surplus sehingga ada devisa dan mendorong bangkitnya industrialisasi dalam negeri,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Calon Presiden Prabowo Subianto berjanji akan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya dalam negeri. Janji Prabowo itu akan dilakukannya dengan cara menyetop seluruh transaksi impor.
Baca Juga: Mau Stop Impor, Prabowo Diminta Jangan Janji Muluk-muluk
"Saya bersaksi di sini kalau Insya Allah saya menerima amanah rakyat Indonesia, saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan impor apa-apa Saudara-saudara sekalian!" tegas Prabowo dalam deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri, Jakarta, Minggu (4/11/2018).
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut
-
Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global
-
Mudik 2026 Membludak, 2,8 Juta Kendaraan Padati Tol Jasa Marga
-
Waspada Penipuan! Ini Daftar Distributor Resmi e-Meterai di Indonesia
-
Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
-
IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung
-
Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
-
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus
-
BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026
-
Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan