Suara.com - Program Padat Karya Tunai, yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dalam pembangunan Rumah Khusus dan Rumah Swadaya, hingga saat ini telah memberdayakan 119.897 orang. Sebanyak 114.173 orang untuk Program Rumah Swadaya dan 5.724 orang untuk buruh tenaga kerja pembangunan Rumah Khusus.
Padat Karya Tunai merupakan program pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat, khusus bagi masyarakat miskin dan marginal. Keikutseraan mereka bertujuan untuk membuat mereka lebih produktif dengan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal, demi menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pembangunan rumah swadaya disalurkan dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), atau bedah rumah tidak layak huni. Adapun alokasi anggaran untuk upah tenaga kerja lokal sebesar Rp 2,5 juta untuk jenis peningkatan kualitas dan Rp 5 juta untuk jenis pembangunan baru.
Untuk pembangunan rumah khusus, upah tenaga kerja lokal yang dikontrak sebagai tenaga buruh dibayar per minggu.
“Pagu anggaran Program Padat Karya Tunai di Ditjen Penyediaan Perumahan untuk rumah swadaya sebesar Rp 3.303 miliar, dan telah terealisasi 87,8 persen, yaitu sebesar Rp 3.135 miliar. Pagu program rumah khusus sebesar Rp 700 miliar, dengan realisasi per 4 November sebesar 52,5 persen, yaitu Rp 366.9 miliar,” jelas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan KemenPUPR, Khalawi Abdul Hamid, dalam rapat kerja terbatas KemenPUPR, di Auditorium KemenPUPR, Jakarta, Senin (5/11/2018).
Khalawi mengungkapkan, hingga akhir 2018, Ditjen Penyediaan Perumahan mentargetkan untuk dapat memberdayakan 203.300 orang untuk pembangunan rumah swadaya dan 10.252 orang untuk pekerjaan pembangunan rumah khusus.
Untuk mengejar percepatan capaian dalam Padat Karya Pembangunan Rumah Khusus telah dilakukan kiat-kiat, yaitu pengawalan petugas dalam pengisian aplikasi e-Monitoring, penambahan tenaga kerja, dan memaksimalkan peran dari konsultan supervisi dalam memantau perekrutan tenaga kerja.
Sebagai informasi, capaian Ditjen Penyediaan Perumahan untuk tahun anggaran 2018 telah mencapai 65,57 persen dan progres fisik sebesar 65.52 persen. Untuk mencapai target yang ditetapkan oleh KemenPUPR, yaitu sebesar 93 persen, maka akan diberlakukan kelompok kerja menjadi 3 shift, mempercepat proses penagihan, pengoptimalisasian peran satgas Pemantauan dan Pengendalian Program Sejuta Rumah (P2PSR), penerapan pengendalian sistem zona bagi pejabat eselon II, mengefektifkan klinik teknis untuk membuat tindak lanjut percepatan, dan menggandeng Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).
“Dengan sisa 2 bulan ini, keseluruhan unit harus mengejar ketertinggalan. Prognosisnya adalah 93 persen. Kita bukan hanya mengejar penyerapannya, tetapi pergerakan ekonomi merupakan salah satu yang dipengaruhi oleh pencairan ini supaya semakin banyak uang beredar di masyarakat,” pesan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulyono, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: PUPR Dorong Percepatan Percepatan Sertifikasi Pekerja Konstruksi
Tag
Berita Terkait
-
Pemkot Padang Siapkan 80 Hunian Sementara untuk Penyintas Banjir Bandang
-
Angka Kebutuhan Rumah di Jakarta Mencapai 11 Juta Unit
-
Hari Air Dunia 2024, Air untuk Perdamaian
-
Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Brantas Abipraya Kebut Penataan Sumbu Kebangsaan sebagai Simbol Harmonisasi IKN Nusantara
-
Jelang Ramadan, Jokowi Kerek Naik Tarif Tol MBZ Hingga 35%
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Blue Bird yang Banyak Dilirik: Service Record Jelas, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Sepatu Jalan Kaki untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantalan Nyaman Bisa Cegah Nyeri Sendi
- 7 Sepatu Sandal Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Empuk Banget!
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
- Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Content CreatorDikenakan Zakat Profesi, Ekonom INDEF: Penetapan Bukan Berdasar Popularitas
-
KRL Jadi Andalan Libur Nataru, 15 Juta Penumpang Tercatat
-
Implementasi Inpres 2/2025, Pembangunan Irigasi Tahap I Capai 99,93 Persen
-
Tambang Vale Indonesia Stop Beroperasi, Harga Nikel Dunia Meroket
-
RKAB 2026 Belum Terbit, Vale Indonesia Stop Operasi Sementara
-
Saat Stabilitas Tak Cukup: Alarm Dini Ekonomi Indonesia 2025
-
Bulog Bidik APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras 2026, Demi Lindungi Petani dan Jaga Harga Pangan
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik