Suara.com - Melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII), BUMN di bawah Kementerian Keuangan, pemerintah menunjukkan keseriusan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Ruas tol Batang - Semarang telah digunakan sebagai tol fungsional saat Lebaran dan terbukti mampu mempercepat waktu tempuh para pemudik.
"Pembangunan jembatan Kalikuto pada ruas tol ini menggunakan metode lowering sistem sehingga mampu memotong waktu pembangunan hingga tiga bulan. Ini yang pertama di Indonesia," ujar Jajang, perwakilan dari PT. Waskita Karya, Jumat (9/11/2018).
Proyek Jalan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 km ini diperkirakan memiliki nilai investasi sebesar Rp 11,05 triliun.
Dijelaskan oleh Indra P Singawinata, selaku SVP Corporate Secretary & Communication PT. PII, ruas tol ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Jawa yang akan menghubungkan Merak, Banten hingga Banyuwangi, Jawa Timur.
"Proyek jalan tol ini merupakan salah satu tol potensial untuk memunculkan alternatif wilayah lain sebagai pusat pembangunan permukiman dan kawasan industri," kata Indra.
Sampai dengan 2018, PT. PII telah memberikan penjaminan atas 16 proyek infrastruktur dengan skema KPBU.
Proyek-proyek tersebut yaitu satu proyek PLTU Batang, 10 Proyek Jalan Tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta - Cikampek II Elevated, Krian- Legundi - Bunder -Manyar, Cileunyi -Sumedang - Dawuan, Serang-Panimbang, Probolinggo -Banyuwangi dan Jakarta -Cikampek II Sisi Selatan).
Kemudian 2 Proyek Air Minum (SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung) dan 3 Proyek telekomunikasi (Seluruh paket Proyek Palapa Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur) dengan total nilai Proyek Rp 176 trillun.
Baca Juga: Dari 50 Orang Indonesia, yang Niat Bayar Pajak Cuma 1 Orang
Dengan seluruh proyek yang telah dijamin, PT. PII diharapkan dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina