Suara.com - Perusahaan makanan dan minuman Nestle akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya di Jerman.
Hal itu dilakukan lantaran penjualan produk Nestle mengalami penurunan. Imbas dari penurunan penjualan itu, produsen Kit-Kat asal Swiss ini akan memangkas 380 karyawannya di Jerman.
Selain itu, Nestle juga akan menutup pabriknya di Ludwigsburg dekat Stuttgart yang memiliki pekerja sekitar 100 karyawan untuk memproduksi minuman berbahan dasar kopi.
"Ini memberi kami kerangka yang dapat diandalkan untuk mengatur struktur industri kami dalam lingkungan yang sangat dinamis dan cepat berubah," kata pihak Nestle seperti dilansir dari Reuters, Selasa (18/12/2018).
Tidak hanya itu, Nestle juga menutup laboratorium di Weiding, Bavaria, dari tempat tersebut 85 karyawan akan dirumahkan.
Sedangkan, sebanyak 106 karyawan juga akan di PHK di pabrik nutrisi bayi di Biessenhofen dan Bavaria. Di pabrik Maggi yang berada di Luedinghausen, 95 karyawan akan terkena PHK.
Namun begitu, Nestle telah membuat perjanjian dengan serikat pekerjanya terkait dengan kompensasi yang diberikan akibat PHK.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Menko Airlangga ke Anggota APEC: Ekonomi Dunia Menuntut Perubahan Besar
-
Moodys Beri Rating Negatif, Pemerintah: Ekonomi Tetap Solid di Level Investment Grade
-
Mengenal Kakeibo, Seni Menabung Tradisional Jepang untuk Mencapai Kebebasan Finansial
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
Pra Penjualan CBDK Melonjak 309 Persen di Kuartal IV 2025
-
Harga Pangan Nasional Melandai, Cabai Rawit Merah Mahal Jelang Ramadan
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket