Suara.com - Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla meminta kalangan perbankan bertindak adil kepada dunia usaha. Terutama, bertindak adil kepada dunia usaha skala kecil seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Menurut Ketua Palang Merah Indonesia ini, pada dahulu sebelum krisis moneter, perbankan dinilai tidak adil.
Pasalnya, perbankan mengenakan bunga yang rendah jika dunia usaha besar yang mengajukan kredit, sedangkan jika para UKM yang ajukan kredit malah diberikan bunga yang tinggi.
"Hal ini yang sama sekali enggak adil untuk bangsa ini. Justru pengusaha kecil mensubsidi pengusaha besar itu suatu pengkhianatan akan keadilan bangsa. Maka kita harus kembali kepada yang benar bahwa pengusaha kecil harus dibantu agar dia kuat," ujarnya saat menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Ritz Carlton, Kawasaan SCBD, Jakarta, Jumat (11/1/2019).
JK menuturkan, saat ini pemerintah telah membantu kalangan pengusaha UKM untuk dapat akses kredit dengan bunga yang rendah. Salah satu, menggulirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 7 persen.
"KUR bunga 7 persen tindakan pemerintah untuk membantu yang kecil," kata dia.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar Ini juga meminta kalangan perbankan untuk hati-hati dalam bertindak. Jangan sampai salah tindakan dan membuat krisis moneter terulang kembali.
"Jangan ada sama sekali suatu keuntungan yang sepihak hanya menguntungkan industri merugikan masyarakat atau menguntungkan masyarakat tapi industri rugi," tandas JK.
Baca Juga: Di CES 2019 AMD Kenalkan Tiga Jagoan Baru
Berita Terkait
-
97 Pinjol Langgar Aturan Persaingan Usaha, OJK Buka Suara
-
Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Izin OJK Dicabut, Bank Neo Commerce : Layanan Nasabah Tetap Aman
-
Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian
-
KPPU Sebut Kesepakatan Bunga Pinjol 0,8 Persen Rugikan Konsumen, Ternyata Bukan Arahan OJK
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan