Suara.com - Jalan penghubung Jayapura - Wamena ditutup sementara guna mempercepat proses perbaikan jalan yang rusak parah.
Penutupan jalan itu dilakukan oleh Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XI Papua melalui Satker Wilayah 1.
Kepala Satker BBPJN Wilayah 1 Jayapura Saut Muthe mengatakan, tak mudah memberi pengertian kepada para sopir pengangkut komoditi dari Jayapura ke Wamena terkait penutupan jalan, karena akibat penutupan itu mereka terpaksa bermalam di jalan dengan waktu yang lebih lama.
Setelah diberikan pengertian, akhirnya para sopir baik truck maupun sejenis hilux sepakat untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Wamena. Sehingga para pekerja dapat melakukan pekerjaannya membersihkan jalan dari tumpukan tanah berlumpur.
"Kami meminta waktu dua atau tiga hari untuk memperbaiki dengan membuang tanah berlumpur yang memenuhi sejumlah ruas jalan hingga rusak parah," kata Muthe.
Muthe menyebutkan, kerusakan jalan terdapat di 12 titik dari arah Jayapura disebabkan tingginya mobilitas kendaraan yang melintas dengan beban yang berat.
Padahal jalan tersebut dalam tahap pengerjaan dan masih berupa jalan tanah serta tingginya curah hujan.
Setiap akhir pekan sekitar 200an kendaraan melintas dari arah Jayapura dengan beban yang dibawa sekitar dua hingga tujuh ton.
Kepala Satker Wil I Jayapura yang mengaku baru kembali dari lokasi mengatakan, tingginya aktifitas kendaraan yang melintas di ruas jalan Jayapura - Wamena karena masyarakat lebih memilih mengirim barang melalui darat dengan harga yang lebih murah dibanding pesawat.
Baca Juga: Sabun Dagangan Diborong Jokowi Rp 2 M, Eli: Uangnya Buat Berangkat Umrah
Bila diangkut melalui darat harganya Rp 7.000/kg sedangkan melalui udara Rp 13 ribu/kg dan ruas jalan tersebut melayani delapan kabupaten di pegunungan tengah yakni Kabupaten Yalimo, Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Tolikara, Lanny Jaya, Puncak Jaya dan Puncak serta Kabupaten Nduga.
Jalan Trans Papua poros Jayapura - Wamena sepanjang 575 KM, masih dalam tahap pengerjaan yang dilakukan dari arah Jayapura dan Wamena. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman