Suara.com - Sepinya penumpang membuat maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air mengurangi frekuensi penerbangan rute Jember - Surabaya PP dari setiap hari menjadi empat hari dalam sepekan di Bandara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Penerbangan Garuda rute Jember - Surabaya (JBB-SUB) di Bandara Notohadinegoro Jember hanya pada hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu, sedangkan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu tidak beroperasi karena pada hari itu sepi penumpang atau low season," kata Sales Manajer Garuda Indonesia Wilayah Jember Heru Joko Satria di Kabupaten Jember, Senin.
Menurutnya, okupansi penumpang hanya berkisar 50-60 persen dari jumlah kursi yang tersedia sebanyak 70 kursi sehingga masih di bawah rata-rata ideal keterisian penumpang yang seharusnya di atas 60 persen yakni minimal 45 kursi yang terisi untuk setiap kali penerbangan.
"Pengurangan frekuensi penerbangan itu tidak hanya terjadi untuk rute Jember - Surabaya, namun skala nasional di beberapa daerah yang mengalami sepi penumpang atau berkurang sehingga pihak manajemen melakukan evaluasi terkait hal tersebut," tuturnya.
Heru menjelaskan, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda untuk sektor penerbangan seperti di Kabupaten Jember yang didominasi oleh penumpang yang memiliki kepentingan bisnis yang terbang dari Jakarta atau Surabaya menuju Jember dan sebaliknya, sedangkan ada daerah lain yang justru peningkatan penerbangan karena sektor pariwisatanya.
"Selain itu, koneksitas penerbangan juga sangat berpengaruh pada penurunan penumpang Garuda di Jember. Ketika di Jakarta mengurangi frekuensi penerbangan ke Surabaya, maka secara otomatis penumpang yang terbang ke Surabaya - Jember juga berpengaruh," ujarnya.
Sementara pihak Wings Air melalui surat yang ditujukan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Notohadinegoro Jember juga menyampaikan pembatalan penerbangan untuk hari yang sama dengan maskapai Garuda Indonesia yakni tidak beroperasi pada Selasa, Kamis, dan Sabtu sejak 12 Januari hingga 30 April 2019 karena kebijakan manajemen. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?