Suara.com - Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, membantah kenaikan tarif tiket pesawat atas kesepakatan bersama dengan maskapai yang ada di Indonesia. Ia menyebut kenaikan tarif untuk menyehatkan kondisi keuangan perseroan.
Pria yang akrab disapa Ari ini megaku hingga kini Garuda Indonesia masih merugi. Per September 2018 saja, kata dia, kerugian garuda Indonesia sebesar 142 juta dolar AS atau Rp 2,002 triliun.
"Seperti yang Pak Alvin bilang, mereka (maskapai lain) enggak naik-naik karena Garuda enggak naik (harga tiketnya). Nah kan saya perlu menyehatkan Garuda juga, nah kita naikin (harga tiket). Nah karena mereka (maskapai lain) sudah kebelet, ya naik juga sama-sama. Bukannya sepakat," ujarnya dalam konferensi pers di Restoran Penang Bistro, Jakarta, Selasa (15/1/2019).
Ari menyebut kenaikan tarif tiket pesawat bisa disebut kartel jika harganya disamakan. Akan tetapi, sambung dia, tarif masing-masing maskapai dengan rute yang sama berbeda-beda.
"Kalau sepakat menaikan harga, harganya bisa sama dong. Itu namanya oligopoli, tapi ini kan karena saya (Garuda) naik ya mereka (maskapai lain) naik. Nah yang sepakat itu menurunkan harga," tutur dia.
Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) ini menambahkan, Garuda Indonesia berencana untuk menaikan tarif tiket pesawat di rute dan jam tertentu. Kenaikan tarif itu akan dilakukan secara bertahap.
"Saya akan naikan bertahap lah ya. Kalau demandnya masih tinggi, misalnya gini, kita kan di jam-jam tertentu memang kita sudah tetap, tidak akan turunkan. Nah di jam-jam yang kurang favorit, kalau demandnya tiba-tiba naik kayak imlek besok ya kita naikan. Kan itu demand supply aja," pungkas dia.
Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengindikasikan ada kartel atau oligopoli dalam kenaikan tarif tiket pesawat. YLKI menduga para maskapai bersepakat dan sengaja untuk menaikan tarif tiket.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, indikasi kartel terlihat dari maskapai yang serentak menaikan tarif tiket. Sementara, saat menurunkan tarif tiket, maskapai juga melakukannya secara serentak.
Baca Juga: Fan dan Kru Band Slowly Project Digebuki Gara-gara Teriak Viking
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK