Suara.com - Otoritas Penerbangan Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration bakal meninjau kembali keselamatan Boeing 737 MAX 8. Hal ini untuk memastikan keselamatan pesawat jenis tersebut.
Dilansir dari Reuters, FAA bakal membentuk tim Tinjauan Teknis Otoritas Gabungan untuk memastikan keselamatan Boeing 737 MAX 8 yang akan diketuai oleh mantan ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Christopher Hart dan terdiri dari tim ahli dari FAA, NASA, dan internasional otoritas penerbangan.
FAA mengatakan, kelompok itu akan melakukan tinjauan komprehensif sertifikasi sistem kontrol penerbangan otomatis pada pesawat Boeing 737 MAX 8.
"Dan mengevaluasi aspek-aspek sistem kontrol penerbangan otomatis 737 MAX 8, termasuk interaksi desain dan pilotnya dengan sistem, untuk menentukan kepatuhannya terhadap semua peraturan yang berlaku dan untuk mengidentifikasi peningkatan di masa depan yang mungkin diperlukan," kata FAA.
Seorang pejabat FAA mengatakan, peninjauan itu tidak terkait dengan kapan tim akan memutuskan untuk mengizinkan 737 MAX 8 kembali mengudara.
Peninjauan kembali dilakukan dua hari setelah FAA dan Boeing mengisyaratkan bahwa pesawat-pesawat itu mungkin akan tak mengudara lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Boeing mengatakan pekan lalu bahwa mereka memprogram ulang perangkat lunak mereka untuk mencegah data yang salah yang sedang dalam pengawasan ketat menyusul dua kecelakaan mematikan.
Boeing lewat CEO-nya Dennis Muilenburg mengklaim telah melakukan uji terbang Boeing 737 MAX 8 yang perangkat lunaknya telah diperbaharui.
"Pembaruan perangkat lunak berfungsi sebagaimana dirancang, dan pilot mendarat dengan selamat di Boeing Field (dekat Seattle)," katanya dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Larangan Terbang Boeing 737 Max 8 di Langit Arab Saudi Diperpanjang
“Boeing akan melakukan penerbangan uji dan demo tambahan sambil kami terus bekerja untuk menunjukan bahwa kami telah mengidentifikasi dan memenuhi semua persyaratan sertifikasi dengan tepat. Kami akan mengirimkan pembaruan untuk tinjauan FAA (Administrasi Penerbangan Federal) begitu pekerjaan telah selesai dalam beberapa minggu mendatang," tambah Dennis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I
-
Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK
-
Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi