Suara.com - Harga tiket pesawat yang masih tinggi nampaknya mempengaruhi harga saham maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Berdasarkan data RTI, sentimen harga tiket ini membuat harga saham berkode GIAA turun menjadi Rp 484 per lembar saham dari penutupan kemarin Rp 494 per lembar saham.
Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengatakan, harga tiket yang masih tinggi jadi salah satu penyebab jatuhnya harga saham maskapai pelat merah ini.
"Ini kan berpengaruh ke penurunan demand bagi penumpang yang menggunakan jasa Garuda Indonesia, sehingga berimbas ke pergerakan saham Garuda sendiri, jadi ada keterkaitan juga," kata Nafan saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/4/2019).
Menurut Nafan, harga tiket yang tinggi dimanfaatkan perseroan untuk meningkatkan pendapatannya.
Padahal, kenaikan harga itu tak membuat orang berbondong-bondong menggunakan pesawat Garuda.
"Ya mudah-mudahan kenaikan harga tiket ini hanya temporer saja, karena ini berkaitan dengan faktor season, setelah liburan harusnya tiket sudah turun, karena biar ada peningkatan demand itu sendiri. Karena kalau lebaran orang mau enggak mau pake. Jadi kenaikan ini momentum untuk meningkatkan pendapatan, tapi ini kan setelah periode lebaran," imbuh dia.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendapatkan informasi bahwa Garuda Indonesia telah menurunkan harga tiketnya.
Seolah tak percaya begitu saja, mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini kemudian memerintahkan jajaran Kementerian Perhubungan untuk memantau pergerakan harga tiket pesawat.
Baca Juga: Menhub dan BPS Minta Tiket Pesawat Turun Agar Tak Jadi Biang Kerok Inflasi
"Pantau, apakah yang dilakukan (Garuda Indonesia) itu benar menurunkan tiket?" kata Menhub.
Dilansir dari situs resmi Garuda Indonesia, penurunan harga tiket hanya berlaku dengan syarat dan ketentuan berlaku seperti hanya pada destinasi tertentu, metode pembelian tertentu, persediaan tertentu dan discount yang diberlakukan dengan waktu tertentu.
Bahkan, jika ingin mendapatkan potongan harga, calon pembeli harus terlebih dahulu mengakses website dan aplikasi mobile Garuda Indonesia atau melalui online travel agent tertentu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK
-
Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen
-
Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi