Suara.com - Puluhan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah mendapatkan pembinaan dari pemerintah, dalam hal ini Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka nantinya akan bertugas memfasilitasi masyarakat yang akan mendapatkan program bantuan bedah rumah dari pemerintah.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha menyatakan, TFL Program BSPS sangat membantu masyarakat, khususnya terkait program bedah rumah. Selain mendampingi masyarakat, mereka juga aktif dalam mensosialisasikan program perumahan kepada masyarakat.
"Saya ucapkan selamat kepada TFL dan koordinator fasilitator (korfas) yang telah terpilih dalam program BSPS. Mari kita bantu masyarakat dalam mengentaskan rumah tidak layak huni di NTB," ujarnya, saat memberikan sambutan pengarahan.
Ia berharap, para TFL dapat segera terjun ke lapangan untuk mengecek data dan memonitor di lapangan agar tepat sasaran. Mereka diharapkan dapat bekerja keras dan memahami peraturan terkait program bedah rumah.
"Sekarang, baik Pemda maupun TFL tinggal sama-sama menyatukan persepsi, agar di lapangan nanti tidak bingung, karena TFL dan korfas merupakan ujung tombak dari program ini," katanya.
Sebagai informasi, pembekalan bagi TFL diikuti 100 orang. Adapun jumlah pelamar TFL saat proses seleksi berjumlah lebih dari 850 orang. Pembekalan dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 9 - 11 April 2019.
Pada kegiatan tersebut, Kasatker SNVT Penyediaan Perumahan NTB, Bulera, memberikan pembekalan materi tentang kebijakan dan mekanisme Pelaksana BSPS Tahun Anggaran 2019. Kasatker menyampaikan hal-hal penting dalam program BSPS, sehingga TFL dan korfas yang baru dapat memahami jalan proses BSPS.
"Jumlah rumah di NTB yang akan mendapat BSPS, menurut SK Dirjen Penyediaan Perumahan, sebanyak 4.170 unit. Selain itu, SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB Kementerian PUPR juga akan membangun tiga tower rusun dan 130 rumah, khusus untuk masyarakat di NTB," tandasnya.
Sementara itu, Tim TP4D Kejaksaan Negeri yang diwakili oleh M. Isnaeni, juga tidak lupa menyampaikan agar TFL dan korfas dapat bekerja dengan baik sesuai petunjuk teknis dan Permen PUPR yang berlaku.
Baca Juga: Kementerian PUPR Renovasi 1.048 Rumah Warga Miskin di Depok
"TFL dan Korfas, kalau ada masalah di lapangan, jangan malu untuk menyampaikan ke Kejaksaan. Kita akan cari solusinya sama-sama," ujar Isnaeni.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Rapat Awal Tim Teknis Program BSPS, yang dipimpin oleh PPK Rumah Swadaya Warni dan diikuti 22 tim teknis kabupaten dan kota untuk kegiatan BSPS. Rapat ini bertujuan untuk memperkenalkan tim teknis mengenai tugas dan pembentukan tim teknis, pengusulan kegiatan, penempatan alokasi TFL dan korfas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
-
Purbaya Turun Tangan Selesaikan Proyek Jumbo Gas Abadi Masela
-
Transformasi Gaya Hidup Pintar, Produk Smart Home Makin Canggih Berkat AI
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA