Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Rabu (22/5/2019). Terpantau IHSG melemah ke level 5.948 dibandingkan penutupan perdagangan Selasa kemaren yakni di level 5.951.
Berdasarkan data RTI pada pukul 09.11 WIB, IHSG bergerak terus melemah ke level 5.929 atau turun 0,37 persen.
Sebanyak 1,5 miliar volume saham diperdagangkan dengan frekuensi 24,875 kali dan nilai perdagangan mencapai Rp 499,5 miliar.
Terpantau 68 saham naik, 147 saham turun, dan 117 saham terpantau stagnan.
Sebelumnya, Analis KGI Sekuritas, Yuganur Wijanarko memprediksi IHSG rawan aksi profit taking.
Menurut pengamatannya, walaupun secara medium term IHSG masih memiliki banyak ruang untuk menguat namun ditakutkan para pelaku pasar dapat melakukan aksi penjualan untuk ambil untung setelah kenaikan dari level 5.770 selama beberapa hari terakhir.
"Namun bila hal itu terjadi dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi positioning buy untuk rally selanjutnya," tutur Yuganur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?
-
Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?