Suara.com - Maskapai asing ternyata telah ada yang mulai menggarap penerbangan domestik. Salah satunya adalah maskapai China Airlines.
Berdasarkan penulusuran Suara.com dari web perusahaan, maskapai asal negeri tirai bambu itu menjajakan tiket pesawat rute Jakarta-Makassar.
Namun terdapat informasi bahwa rute tersebut tak dioperasikan langsung oleh China Airlines, tetapi dioperasikan oleh Maskapai Garuda Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan tak menampik bahwa Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan tersebut.
Dia menjelaskan, selama ini memang Garuda Indonesia bekerja sama dengan China Airlines terkait berbagi kode penerbangan (code share).
"Istilahnya code share, jadi itu kerja sama Garuda Indonesia dengan China Airlines kayak code share biasa antara dua maskapai bahwa antar maskapai biasa melakukan code share," ujar Ikhsan saat dihubungi Suara.com, Kamis (13/6/2019).
"Jadi kalau maskapai yang tidak terbang ke suatu daerah, tapi dia ada penumpang ke daerah itu, biasanya kerja sama dengan maskapai yang punya penerbangan ke daerah itu," jelas dia.
Dalam hal ini, tutur Ikhsan, Garuda Indonesia akan menagihkan biaya tiket dari penumpang yang ikut dalam penerbangan tersebut.
"Kita menagihkan biaya tiketnya, jadi ada penumpang dari Taipei mau ke Makassar, dia beli tiket di Taipei di China Airlines ya sudah dia terbang dengan China Airlines. Nah dari Jakarta-Makassar China Airlinesnya menitipkan penumpangnya ke Garuda," ucap dia.
Baca Juga: Baru Pulang Liburan, Menteri Rini Belum Tahu Rencana Maskapai Asing Masuk
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah