Suara.com - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi emiten klub sepak bola pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saat pencatatan perdananya di BEI, saham klub bola Bali United ini naik 69,14 persen ke level Rp 296 per lembar saham.
Saham BOLA diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 20 kali dengan volume 129.500 saham dan menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 38,33 juta.
Dilansir dari laman CNBC Indonesia, sistem auto rejection di bursa diatur dengan batasan maksimal naik dan turun dalam sehari sebesar 35% bagi saham dengan rentang harga Rp 50-Rp 200, sebesar 25% bagi saham dengan rentang Rp 200-Rp 5.000, dan 20% bagi saham dengan rentang harga di atas Rp 5.000.
Adapun pada saat listing perdana, berlaku dua kali lipatnya yakni masing-masing 70% untuk Rp 50-Rp 200, 50% untuk harga saham rentang Rp 200-Rp 5.000, dan 40% untuk saham di atas Rp 5.000. Dengan demikian, saham BOLA kena ARA atau auto rejection atas.
Induk usaha klub Bali United ini menawarkan sebanyak 2 miliar lembar saham atau 33,33% sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Dengan demikian perusahaan akan memperoleh dana senilai Rp 350 miliar.
Dana ini akan digunakan untuk belanja modal seperti pengembangan fasilitas, perekrutan pemain atau pelatih, penyelenggaraan acara, pengembangan akademi dan ekspansi outlet Bali United Store.
Kegiatan utama perusahaan saat ini dibagi dalam tiga segmen, mencakup manajemen klub sepak bola profesional, sport agency dan kafe atau restoran.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas Indonesia.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Lanjut TC, Bali United Jadi Lawan Uji Coba
CEO Bali United Yabes Tanuri menjelaskan saham BOLA juga diminati oleh supporter Bali United. Menurutnya dengan dilepasnya saham Bali United ke masyarakat bisa mendukung visi dan misi Bali United.
"Para supporter kali ini dapat berperan lebih aktif dalam memperbesar Bali United untuk mencapai tujuan," ujar Yabes Tanuri, Senin (17/6/2019).
Selain itu Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, Bali United menjadi emiten sepak bola pertama di Indonesia dan Asean yang melepas sahamnya ke publik.
Ia berharap dengan melepas sahamnya ke publik Bali United bisa menerapkan prinsip pengelolaan perusahaan yang baik.
"IPO sendiri merupakan salah satu sarana untuk menggalang dana yang bersumber dari masyarakat, di samping itu IPO memiliki manfaat lain misalnya di dunia usaha," ujar Inarno Djajadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat