Suara.com - Bank Mandiri dan anak perusahaan di bidang modal ventura, Mandiri Capital Indonesia (MCI), menyelenggarakan startup Demo Day 2019, sebagai acara penutup sekaligus kelulusan bagi startup-startup bidang teknologi finansial (tekfin) binaan MCI selama beberapa bulan terakhir. Lebih dari 50 potensial investor diundang untuk mendengarkan presentasi para peserta.
Melalui program pendampingan Mandiri Digital Incubator (Mandiri DigIn), dengan tagline #Let’sDigIn batch kedua ini, MCI membina 11 startup tekfin dengan latar belakang yang beragam, meliputi personal financial management, remittance, payment, dan lainnya. Pada batch sebelumnya, terdapat 12 startup tekfin.
Menurut Direktur Utama MCI, Eddi Danusaputro, Mandiri DigIn digelar sebagai ajang penjaringan startup digital potensial untuk dibina, agar dapat mengoptimalkan potensi dan peluang yang dimiliki masing-masing peserta. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan mentor-mentor berkompeten dan didukung oleh program pembinaan yang komprehensif dan inovatif, menyesuaikan perkembangan dunia teknologi
“Hadir sebagai katalisator inovasi Mandiri Group, progam inkubator kali ini juga merupakan hal baru bagi kita (MCI), mengingat pada batch kedua ini, kami juga menghadirkan synergy week, yang mempertemukan para startup dengan Mandiri Group. Tujuannya untuk menganalisa peluang sinergi yang bisa dilakukan. Tentunya masih banyak pengembangan yang akan dilakukan, sehingga kami berharap, inkubator ini dapat menjadi platform atau sarana bagi Mandiri Group untuk terus berinovasi dan bereksperimen dalam menghadirkan solusi dan fitur keuangan terbaru yang akan mempermudah nasabah Mandiri Group,” ujar Eddi.
Selain itu, Direktur MCI, Hira Laksamana mengemukakan, dalam demo day kali ini, MCI juga menghadirkan sesi diskusi panel bertema transformasi digital, yang bertujuan untuk mengajak peserta ikut dan menghadirkan inovasi-inovasi, serta memulai transformasi digital ke dalam perusahaanya masing-masing.
“Pada sesi diskusi ini, kami menghadirkan beberapa pembicara yang kompeten, seperti pelaku usaha tekfin PrivyID dan Koinworks, yang pernah mengikuti program pendampingan serta perwakilan regulator dari OJK,” katanya.
Mengusung tujuan awal, untuk dapat menghadirkan inovasi dan digital solution ke dalam Mandiri Group dan untuk membangun ekosistem digital di Indonesia, maka dengan berakhirnya keseluruhan rangkaian program inkubator yang ditutup dengan Mandiri Digital Incubator Demo Day 2019, MCI berharap, seluruh peserta yang telah mengikuti program pembinaan ini dapat menerapkan dan mengembangkan hasil pembinaan yang telah diterima.
Sementara itu, pendiri dan CEO PrivyID, Marshall Pribadi mengungkapkan, pihaknya telah mengalami perkembangan bisnis yang relatif pesat sejak didirikan pada 2016. Saat ini, PrivyID dikenal sebagai salah satu pionir dalam industri regulatory tech di Indonesia dan penyelenggara sertifikasi tanda tangan elektronik pertama yang diakui oleh Kementerian Kominfo.
Hingga saat ini, PrivyID telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 177 korporasi dan startup dan telah memiliki 3.9 juta pengguna. Sementara itu, jumlah pengguna individu bertambah sekitar 15 ribu pengguna baru setiap harinya, yang meningkatkan pendapatan PrivyID dari tahun ke tahun, yang mana tahun ini meningkat sekitar 250 persen.
Baca Juga: Kinerja Makin Solid, Laba Bank Mandiri Tumbuh 23,4 Persen YoY
Terkait keamanan data pengguna, kini PrivyID sudah terjamin secara regulasi hukum berdasarkan pada UU ITE, PP No.82, SE OJK 18 Tahun 2017, serta memiliki sertifikat ISO 27001 yang menjamin keamanan informasi.
“Kami pun telah bekerja sama dan terhubung langsung dengan Ditjen Dukcapil. Sistem kami juga secara reguler diaudit oleh Kominfo. Dalam pengamanan sistem, PrivyID juga dibantu oleh Badan Sandi dan Siber Negara untuk semakin menjamin keamanan data pengguna PrivyID," tutup Marshall.
Berita Terkait
-
Selama Idul Fitri, Transaksi Bank Mandiri Capai Rp 30,3 Triliun
-
Triwulan I Tahun ini, Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp 790,5 Triliun
-
Kuartal I Tahun 2019, Bank Mandiri Raup Laba Bersih Rp 7,2 Triliun
-
Dukung Program Pemerintah, Bank Mandiri Berdayakan Para Petani
-
Bank Mandiri Luncurkan Mini ATM di Pedesaan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM