Suara.com - Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dengan didampingi Ibu Negara Iriana, Jokowi bersama rombongan lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma dengan menggunakan pesawat Kepresidenan.
Salah satu agenda utama kunjungan Presiden Jokowi ke Provinsi Sulut ialah meninjau kesiapan infrastruktur yang akan menjadi pendukung sektor pariwisata di provinsi tersebut.
Setibanya di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, Jokowi langsung meninjau rencana perluasan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Kota Manado, hingga rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.
Dalam kunjungan kerja kali ini, Jokowi mendapatkan informasi jika ada banyak sekali wisatawan mancanegara yang mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kota Manado.
Hal inilah yang menumbuhkan rasa ingin tahu Jokowi akan destinasi wisata yang dimaksud. Selain itu, Mantan Walikota Solo ini juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata.
"Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti, sehingga betul-betul tampak mana yang harus di-backup oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta," ujar Jokowi dari atas Speedboat Bunaken Crystal 7, Dermaga Hotel Mercure, Minahasa, Sulawesi Utara.
Lewat kunjungan kerjanya, Jokowi melihat ada banyak potensi besar bagi objek wisata di Manado untuk menarik lebih banyak lagi turis lokal maupun mancanegara.
Selain itu, di atas speedboat berkecepatan tinggi, Jokowi juga menjelaskan jika Pemerintah Pusat bersama dengan Pemda dan Swasta, akan memberikan dukungan dalam membenahi atau menyempurnakan fasilitas-fasilitas publik di sekitar kawasan itu.
"Di sini, menurut saya, ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan yang akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara. Selain itu, peminatnya (wisatawan) juga sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki," tambah Jokowi.
Baca Juga: Makanan Favorit Pemimpin Dunia, dari Jokowi, Trump hingga Kim Jong Un
Kepada masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara, Jokowi berjanji bahwa dirinya bersama jajaran terkait, akan membicarakan lebih detail mengenai segala urusan yang berkaitan dengan pariwisata di Sulawesi Utara.
"Mungkin besok sebelum terbang ke Jakarta kita mau rapat terbatas untuk urusan tata ruang yang menghambat. Harus diselesaikan, jangan sampai regulasi-regulasi yang ada itu tidak memberikan kecepatan, tapi malah menghambat keputusan-keputusan lapangan," tutup Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Darmawan Prasodjo Kembali Pimpin PLN, Didampingi Wadirut Baru
-
Damai AS - Iran Ubah Peta Energi Dunia, Harga Minyak Langsung Terjun Bebas
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
-
Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas
-
MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris
-
Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL
-
Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI
-
Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban