Suara.com - Penjualan properti seperti rumah di Amerika Serikat turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni 2019. Hal tersebut menunjukkan pasar untuk perumahan sedang berjuang meningkatkan penjualan seperti tahun lalu.
Penjualan perumahan dan manufaktur dinilai menjadi cermin utama lemahnya perekonomian. Penyebabnya ketegangan perang dagang dan pertumbuhan ekonomi global yang melambat menyebabkan Federal Reserve memotong suku bunga pada Rabu depan untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
National Association of Realtors mengatakan bahwa penjualan rumah turun 1,7 persen dari 5,27 juta unit pada bulan lalu. Untuk harga rumah, rata-rata meningkat 4,3 persen dari tahun lalu, tertinggi dalam sejarah sekitar USD 285.700 pada bulan Juni.
"Tingkat inventaris sedikit, terutama di segmen entry level, dan harga yang masih terus naik membatasi pilihan rumah yang tersedia untuk pembeli sesuai anggaran mereka," ujar Matthew Speakman, ekonom di Zillow, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/7/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Tangani Bencana di Sumatera, Kementerian PU Sudah Kerahkan 1.709 Alat Berat
-
Banjir Bandang Susulan Terjang Agam, Kementerian PU Fokus Pulihkan Akses dan Air Bersih
-
IHSG Sesi I: Selangkah Lagi 9.000, Sektor Energi Pimpin Reli Penguatan
-
Cadangan Devisa Indonesia Meroket Tembus Rp2.629 Triliun di Akhir Tahun 2025
-
Insentif Rumah Diperpanjang Purbaya, Menperin Ungkap Efeknya Bagi Industri
-
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Suliki Gunung Mas
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
Rupiah Masih Lemas, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
UU APBN 2026: Defisit Anggaran Dipatok 2,68% Tahun Ini
-
UU APBN 2026: Belanja Negara Tembus Rp 3.842 Triliun