Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK pernah menggeluti bisnis pangkas rambut khusus pria atau barber shop di Makassar. Namun, barber shop yang ia rintis mesti gulung tikar karena anak muda demam The Beatles.
The Beatles adalah grup band asal Inggris yang merupakan cikal bakal musik rock and roll. The Beatles muncul di awal tahun 60-an. Namun bubar di tahun 1969.
JK menerangkan bahwa dirinya terjun di dunia bisnis selama 35 tahun. Mulai dari bisnis kecil-kecilan sampai memiliki perusahaan besar. Seorang JK pun pernah mengalami keterpurukan ketika sedang menjadi pengusaha.
Ceritanya JK membuka barber shop di Makassar, Sulawesi Selatan. Tidak ada kemewahan yang diberikan dari barber shop JK tersebut.
Dibandingkan dengan barber shop mahal yang memberikan fasilitas mewah kepada pelanggan, barber shop milik JK saat itu sangat sederhana namun tetap berjalan dengan baik.
"Karena kalau saya cukur dulu selalu di Jakarta yang ada AC-nya, ada air panas, handuknya diganti setiap saat dan baru. Kalau di Makassar handuk dipakai 10 kali tinggal di lap-lap saja, panas lagi, macam-macam. Berjalan dengan baik," kata JK saat memberikan sambutannya pada Seminar Sesi Market Outlook, Mandiri Beyond Wealth di Grand Ballroom The Rizt Carlton, Sudirman, Jakarta, Rabu (7/8/2019).
Akan tetapi usaha JK itu akhirnya tumbang karena perubahan zaman. Saat itu JK harus menghadapi tren dimana grup band asal Inggris, The Beatles tengah digandrungi penggemar musik termasuk di Indonesia.
Bukan hanya lagunya, akan tetapi gaya rambut The Beatles pun tidak ketinggalan diikuti oleh penggemarnya.
Personel The Beatles identik dengan gaya rambut berbentuk jamur dengan potongan pendek di bagian bawah dan panjang di bagian atasnya karena menggunakan poni. Saat itu JK mengaku bisnis cukur rambut jadi lesu karena orang-orang jarang mencukur ranbutnya.
Baca Juga: Ikut Kehilangan Kiai Kharismatik, Puja-puji Jusuf Kalla ke Mbah Moen
"Muncul The Beatles sehingga semua orang jadi punya rambut gondrong. Tukang cukur nggak laku lagi. Dari orang cukur setiap 2 minggu sampai cukurnya tiap 6 bulan sekali. Langsung mati saya punya barber shop," tandasnya.
Berita Terkait
-
Setuju Datangkan Rektor Asing, JK: Peningkatan Mutu Lokal Masih Lambat
-
Wapres JK Dukung Menristekdikti Datangkan Rektor Asing
-
JK Minta PLN Lanjutkan Proyek Transmisi Kabel Bawah Laut Sumatera - Jawa
-
Cerita JK Mati Gaya saat Blackout: Nonton TV dan Telepon Enggak Bisa
-
Klaim Ikut Susah saat Jakarta Blackout, JK: Tiba-tiba Merasa Sendiri
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Daftar Harga Pangan Terbaru: Cabai Rawit Paling Mahal!
-
Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3
-
Pos Indonesia Tingkatkan Pemahaman Tata Kelola Perusahaan dan Mitigasi Risiko Hukum
-
Kapal Tanker Pertamina Lolos, Selat Hormuz Dipastikan Aman?
-
Susul Gamsunoro, Kapal Pertamina Pride Lolos dari Selat Hormuz, Langsung Menuju Cilacap
-
Dengan BRI KPR Take Over, Anda Bisa Miliki Sejumlah Keuntungan, Yuk Cek di Sini!
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Anjlok Semua, Ikutan Tren Global
-
Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar
-
Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga
-
Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif