Suara.com - Banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kesulitan mengakses bank untuk mengembangkan usahanya. Akibatnya, upaya untuk menaikkelaskan mereka jadi pengusaha profesional pun juga tidak mudah dilakukan.
Kendala tersebut, akhirnya jadi salah satu faktor jumlah entepreneur atau wirausaha di Indonesia sulit berkembang secara optimal. Hingga saat ini jumlah wirausaha baru mencapai 3,1 persen.
"Jumlah ini jauh dibawah Malaysia atau Singapura yang mencapai 17 persen dari jumlah penduduk,” papar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Yuana Sutyowati di sela Temu Nasional Wirausaha Pemula di New Saphir Hotel Jogja, Kamis (8/8/2019).
Karena itu, Kemenkop UKM mendorong pertumbuhan jumlah wirausaha pemula. Diantaranya melalui dukungan pada start up lokal melalui penguatan usaha setelah mereka menerima bantuan.
Selain itu Kementerian sejak Tahun 2011 hingga Tahun 2018 membagikan dana hibah kepada 20.382 wirausaha pemula (WP). Mereka diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing di kancah global.
Tahun ini, Kementerian juga mentargetkan ada 2.500 WP baru. Kementerian menganggarkan bantuan dana sebesar Rp 30 miliar. Masing-masing WP mendapat bantuan dana hibah antara Rp10 juta hingga Rp12 juta.
"Saat ini baru mencapai 60 persen dari target,” ungkapnya.
Sementara Asisten Sekda Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah DIY, Trisaktiyana mengungkapkan jumlah WP baru sekitar 60.000 orang. Namun dari jumlah tersebut baru 10 persen yang berhasil.
“Tingkat kegagalannya di DIY memang cukup tinggi,” ungkapnya.
Baca Juga: Dua Perajin Bali Dapat Sertifikat HAKI dari Kemenkop dan UKM
Tri menyebutkan kegagalan tidak melulu disebabkan soal kekurangan modal. Sebab permodalan sudah diatasi dengan banyaknya dukungan dari Pemerintah untuk akses permodalan seperti hibah, pinjaman bergulir, KUR hingga kredit lunak.
“Justru kegagalan karena kemampuan mereka untuk membidik pasar dan membangun jaringan," imbuhnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu