Suara.com - PBB menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Internasional Orang Lanjut Usia (Lansia). Diperkirakan tahun 2017 terdapat 23,66 juta jiwa penduduk lansia di Indonesia (9,03%), selain itu diprediksi jumlah penduduk lansia tahun 2020 mencapai 27,08 juta jiwa.
Temuan baru lainnya menurut data yang dihimpun oleh Lokadata tahun 2014-2018, kebanyakan lansia di Indonesia tinggal seatap dengan generasi ketiga atau dirawat oleh cucu mereka.
Fenomena sosial yang ada menjadi tantangan bangsa ini, bagaimana segala elemen masyarakat, lembaga serta instansi terkait mampu mendorong terwujudnya masyarakat lanjut usia yang produktif dan unggul, sehingga berdaya guna bagi lingkungan sekitarnya.
BIG Agent yang merupakan platform on-demand business penghubung jutaan tenaga kerja dengan pelaku bisnis atau prinsipal, menghadirkan fleksibilitas, penghasilan tambahan serta kemudahan memaksimalkan kompetensi diri bagi seluruh agentnya.
BIG Agent telah bertindak lebih jauh dengan memberi peluang dan kesempatan bagi siapa saja tak terkecuali tenaga kerja yang telah lanjut usia untuk tetap unggul dan hidup sejahtera.
Momentum Hari Lansia ini sekaligus mengingatkan kita bahwa suatu saat manusia akan mengalami siklus penuaan, namun menjadi produktif, unggul dan memiliki kesejahteraan merupakan pilihan yang harus ditempuh sedari dini.
Pemikiran ini yang telah dijalani oleh Carles Mantik (55 tahun) pria paruh baya yang terdaftar menjadi Sobat Agent.
“Saya berusaha memanfaatkan waktu supaya bisa tetap berpenghasilan, sejak tahun 1999 saya membuka macam-macam usaha namun untungnya semakin menyusut karena saingannya sudah banyak apalagi sekarang ini. Lalu saya ambil pekerjaan lain yaitu kegiatan administrasi seperti survei yang dibutuhkan badan sosial begitu. Ini sebelum saya kenal BIG Agent,” ujar Mantik, Kamis (3/10/2019).
Tantangan masyarakat lanjut usia dewasa ini dirasakan oleh Mantik sebagai Sobat Agent yang usianya akan segera memasuki kategori lansia.
Baca Juga: Tak Mau Miskin di Hari Tua? Coba 5 Cara Mudah Ini
“Alasan utama berminat dan mau bergabung dengan BIG Agent karena saya dapat kesempatan yang sama seperti dengan anak-anak muda, penghasilan juga tidak dibedakan sama BIG Agent, asal rajin menyelesaikan pekerjaan dan nggak milih-milih, pasti bisa dapat hasil yang diharapkan. Setelah melakukan pekerjaan yang ada di aplikasi BIG Agent, saya cek saldo langsung ada tambahan uang untuk kebutuhan dapur keluarga,” ucap Mantik.
Tenaga kerja dengan usia lanjut kerap kali dinilai kurang memiliki kepercayaan diri, hambatan akses aktualisasi diri, serta minimnya komunitas atau paguyuban untuk mewadahi mereka.
BIG Agent menjadi solusi untuk masyarakat dari berbagai kelas dan usia untuk membiasakan diri tetap produktif berkarya sehingga dengan kebiasaan tersebut, tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing sebagai SDM unggul.
“Pekerjaan yang ada di BIG Agent semua ada di aplikasi lewat handphone, jadi saya juga menjadi terbiasa menggunakannya, aplikasi ini mudah dipakai menurut saya. Jarang ada hambatan sih kalau menggunakan. Saya saja yang sudah tua, modal hape, pikiran positif dan rajin bisa dapat manfaat apalagi anak muda harusnya lebih produktif dari saya,” tutur Mantik.
Meskipun rentang usia Sobat Agent (sebutan bagi pengguna BIG Agent) terdaftar didominasi usia 21-45 tahun, tidak sedikit jumlah Sobat Agent yang berusia 55-60 tahun.
Ini adalah bukti terbukanya akses pekerjaan di BIG Agent bagi siapapun. Selain itu, bagi Sobat Agent yang tergabung di bawah pengawasan Mitra Agent yang telah tersebar di 44 provinsi di Indonesia, mereka termasuk yang berusia lanjut bisa mendapatkan pelatihan, berbagai pengalaman maupun ilmu dalam komunitas dan memperluas network, sehingga semakin produktif dalam menjalankan pekerjaan.
VP of BIG Agent, Peter Wijaya menuturkan, BIG Agent telah berpikir kedepan untuk tenaga kerja dari berbagai usia dan latar belakang yang ada. Dengan pekerjaan yang ada di aplikasi, secara otomatis tenaga kerja tersebut telah mampu bersaing di era ekonomi digital.
"Pekerja juga semakin produktif karena berbagai pilihan pekerjaan seperti survei, promosi hingga akuisisi pasar disediakan. Harapannya perilaku ini akan membangun kebiasaan produktif berkarya bagi tenaga kerja, sehingga saat memasuki usia lanjut sudah terbiasa beraktivitas, berinteraksi dan mengaktualisasikan kemampuannya,” kata Peter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN