Suara.com - Lembaga riset asal Inggris, Legatum Institute, merilis Indeks Global Keterbukaan Ekonomi atau Global Index of Economic Openness/GIEO 2019.
Dalam laporan riset terbarunya, GIEO mengatakan Indonesia naik satu peringkat ke posisi 68 dari sebelumnya peringkat 67 di 2018.
Tapi, ada fakta yang menarik bahwa ternyata dalam 10 tahun terakhir ini peringkat GIEO Indonesia minim lompatan alias tak terlalu banyak bergerak dalam ranking.
"Ada perbaikan, dari peringkat keterbukaan ekonomi Indonesia dari sebelumnya peringkat 67 menjadi 68 di 2019 ini," kata Director of Policy Legatum Institute Stephen Brien di Hotel Grand Melia, Jakarta, Selasa (15/10/2019) kemarin.
Brien menuturkan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, Indonesia hanya naik 6 peringkat saja soal keterbukaan ekonomi.
Naiknya peringkat Indonesia tentu bagus menurutnya, namun laporan ini juga bisa menjadi acuan bagi pemerintah untuk membuat aturan dan regulasi yang ramah bagi kalangan pengusaha, karena penilaian utama dari riset ini adalah soal perbaikan dari sisi regulasi kemudahan berinvestasi.
Dari data yang dilihat, Indonesia meraih skor total 55,9 dalam Indeks Global Keterbukaan Ekonomi 2019. Total skor didapatkan dari sejumlah indikator penilaian, yakni akses pasar dan infrastruktur (market access and infrastructure), iklim investasi (investment environment), kondisi perusahaan (enterprise condition) serta pemerintahan (governance).
Dari 157 negara yang dalam daftar survei, aspek iklim investasi di Indonesia meraih ranking paling rendah yakni 53, disusul oleh kondisi perusahaan (61), pemerintahan (63) kemudian akses pasar dan infrastruktur di peringkat paling tinggi yakni 85.
Baca Juga: Generasi Milenial Diyakini Jadi Penentu Pertumbuhan Ekonomi AS
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Jelang Mudik, Brantas Abipraya Tuntaskan Proyek JLS Lot 3 Serang-Sumbersih di Blitar
-
Sahur Jadi Waktu Primetime Belanja Online Warga RI
-
Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok
-
Strategi Garuda Indonesia Genjot Penjualan Tiket
-
BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 10.800 Didukung Sektor Komoditas
-
Konflik Timur Tengah Berkecamuk Lagi, IHSG Terseret Turun ke Level 7.362
-
Jakarta Darurat Sampah
-
Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
-
Stok BBM Pertamax Tinggal 29 Hari dan Pertamina Dex 45 Hari
-
Bom Waktu Subsidi: Pemerintah Tahan Harga BBM Hingga Lebaran, APBN Siap-Siap Jebol?