- Pemerintah bangun 3 proyek pengolah sampah jadi listrik di Jakarta guna atasi darurat sampah.
- Skema baru Perpres 109/2025 hapus biaya tipping fee Pemda; harga listrik PLN naik jadi 20 sen.
- Proyek WtE Sunter dan lainnya akan didanai Danantara dengan keterlibatan Jakpro.
Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan memastikan kelanjutan proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (WtE) di Jakarta. Langkah ini diambil menyusul status ibu kota yang kini dinilai sudah masuk dalam kategori darurat sampah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, produksi sampah di Jakarta mencapai hampir 8.000 ton per hari. Kondisi ini membuat kapasitas TPST Bantargebang semakin kritis dengan tumpukan sampah yang mencapai ketinggian setara gedung 17 lantai.
"Kita sudah masuk kategori, berkali-kali kami sampaikan, darurat sampah. Jakarta itu hampir 8.000 ton setiap hari," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Sebagai solusi, pemerintah menyiapkan tiga titik fasilitas pengolahan sampah modern. Pertama, di TPST Bantargebang dengan kapasitas 3.000 ton per hari. Kedua, di kawasan Tanjungan, Jakarta Barat seluas 8 hektare dengan kapasitas 2.000 ton per hari. Ketiga, proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter di Jakarta Utara yang sempat tertunda.
"Yang ketiga di Sunter, yang dekat JIS itu. Itu juga bisa di atas 2.000 ton per hari," imbuhnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan bahwa proyek WtE di Sunter kini menggunakan skema kebijakan baru berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Perbedaan mendasar dari aturan sebelumnya adalah penghapusan biaya tipping fee yang selama ini membebani anggaran daerah.
"Iya, sekarang sudah enggak ada tipping fee. Ini menggunakan Perpres baru 109/2025," jelas Asep.
Sebagai pengganti tipping fee, pemerintah menaikkan harga beli listrik oleh PT PLN (Persero) menjadi 20 sen per kWh. Dengan kenaikan harga beli ini, kelayakan investasi proyek sepenuhnya ditopang oleh penjualan energi listrik, bukan dari APBD.
Terkait pembiayaan, Asep menyebutkan bahwa proyek-proyek strategis ini direncanakan akan didanai melalui investasi oleh Danantara. Khusus untuk ITF Sunter, kemungkinan besar akan kembali melibatkan BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Baca Juga: Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global
"Semua nanti oleh Danantara. Untuk Sunter kemungkinan kita masih menggunakan Jakpro. Mungkin nanti kita diskusikan lagi antara Jakpro dengan Danantaranya," tuturnya.
Mengingat mundurnya investor asal Finlandia, Fortum Power Heat and Oy, pemerintah daerah berencana membuka kembali proses lelang untuk mencari mitra baru. Sebagai informasi, nilai investasi awal proyek Sunter ini sempat ditaksir mencapai Rp5,2 triliun, namun angka tersebut diprediksi akan mengalami penyesuaian seiring pembahasan skema baru ini.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Konflik Timur Tengah Berkecamuk Lagi, IHSG Terseret Turun ke Level 7.362
-
Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
-
Stok BBM Pertamax Tinggal 29 Hari dan Pertamina Dex 45 Hari
-
Bom Waktu Subsidi: Pemerintah Tahan Harga BBM Hingga Lebaran, APBN Siap-Siap Jebol?
-
Rupiah Tak Bertenaga, Tergerus Sentimen Timur Tengah ke Level Rp16.893
-
INNOCEAN Memuncaki Peringkat Kreatif Korea dan Menembus Papan Atas Asia
-
Demi Keselamatan Perwira di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja di Irak dan UEA
-
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
-
Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara
-
Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global