Paket kedua jelajah hutan dengan waktu tempuh 3 jam. Penjelajah akan menemukan 12 spot titik khas hutan Bukit Peramun. Di antaranya kayu berusia ratusan tahun.
"Pengunjung bisa masuk ke dalam akar pohon itu," kata Adong.
Paket itu dibanderol Rp 160 ribu per orang. Paket ini sudah termasuk makan siang dan coffee break.
Ada pula paket sekolah alam yang membanderol harga Rp 85 ribu. Paket ini untuk anak-anak dengan mendapatkan makan siang.
Terakhir paket menyaksikan hewan langka jenis primata tarsius. Tarsius adalah primata dari genus Tarsius, suatu genus monotipe dari famili Tarsiidae, satu-satunya famili yang bertahan dari ordo Tarsiiformes.
Meskipun grup ini dahulu kala memiliki penyebaran yang luas, akan tetapi semua spesies yang hidup sekarang jumlahnya terbatas dan ditemukan di pulau-pulau di Asia Tenggara.
Tarsius tidak pernah sukses membentuk koloni pembiakan dalam kurungan, dan bila dikurung, tarsius diketahui melukai dan bahkan membunuh dirinya, karena stres. Pada tahun 2008 dideskripsikan tarsius Siau yang dianggap bestatus kritis dan terdaftar dalam 25 primata paling terancam oleh
Conservation International dan IUCN/SCC Primate Specialist Group tahun 2008.
"Pengamatan tarsius di malam hari. Tapi ini kita batasi, hanya 2 orang sampai 5 orang dalam 1 kali pengamatan selama 10 menit," kata Adong.
Bukit Peramun berasal dari banyaknya tanaman lokal yang sering diramu oleh masyarakat menjadi obat-obatan. Desa ini terletak pada ketinggian 129 mdpl di wilayah Belitung Barat. Kekayaan flora dan fauna, dikembangkan dalam berbagai lokasi spot foto antara lain berupa rumah hobbit, jembatan merah, batu kembar dan mobil terbang.
Baca Juga: Banyak Warga Indonesia Tak Hafal Pancasila, Terparah Bangka Belitung
Sepanjang 2017, Adong dan Komunitas Arsel menyedot 28 ribu pengunjung ke Bukit Peramun. Namun pengelolaan belum maksimal. Dua tahun berikutnya pengunjung terus turin sampai 10 persen.
"Tahun ini diperkirakan jauh berkurang sampai 20 ribu. Ada maintenen, karena kami kurangi paket," kata dia.
Dengan mengurangi paket wisata, sampah di Bukit Peramun berkurang. Kelestarian tarsius pun terjaga. Paket melihat tarsius dikurangi 3 kali dalam sepekan.
"Mengelola wisata tidak seperti telenovela. Wisatawan tidak mau tahu, mereka mau fasilitas harus ada. Kami ingin bukit penyamu ini ingin bisa hidup," kata Adong.
Baru-baru ini Desa Peramun berhasil menghantarkan Desa Bukit Peramun Belitung menorehkan prestasi di ajang ISTA – Indonesian Sustainable Tourism Awards 2019 beberapa waktu lalu. Pada ajang tersebut, Bukit Peramun berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang Green Gold kategori Pelestarian
Lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh
-
Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya
-
Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR
-
Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU
-
Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara