Suara.com - Semboyan BBM satu harga ternyata tak selamanya berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia, masalah geografis dan letak antar pulau jadi pemicu perbedaan harga BBM di sejumlah daerah.
Sebut saja di kampung halaman Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Bangka Belitung. Harga BBM disana ternyata berbeda dengan harga BBM di sejumlah wilayah tanah air. Bedanya bukan di SPBU tapi di tingkat pengecer.
Salah satu warga Bangka Belitung Eksa mengatakan, bahwa di Belitung sendiri jumlah SPBU sangat sedikit, sehingga masyarakat lebih senang membeli BBM di tingkat pengecer.
"Trus SPBU disini sedikit, jadi lebih banyak yang beli di eceran Premium itu harganya Rp 8.000, Pertalite Rp 9.000 dan Pertamax Rp 12.000," papar Eksa kepada Suara.com, Kamis (27/11/2019).
Meski harga BBM di tingkat pengecer mahal dibandingkan dengan ada harga jual di SPBU, Eksa menuturkan bahwa masyarakat Bangka Belitung tetap saja membeli BBM di pengecer yang harganya sedikit lebih mahal.
"Soalnya kalau saya pribadi engga ada masalah dengan harga bensin dan beberapa yang saya kenal (teman) juga begitu," katanya.
Selain jumlah SPBU yang jumlahnya sedikit, masyarakat Bangka Belitung juga cukup malas untuk mengantri lama di SPBU, sehingga lebih memilih untuk membeli di penjual BBM eceran.
Seperti diketahui, Ahok resmi menduduki kursi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) setelah ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir lewat persetujuan Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden Joko Widodo.
Baca Juga: Didengar Ahok, Nicke Widyawati Curhat Pertamina Banyak Impor LPG
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
Terkini
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini