Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ikut membeberkan penyebab banjir yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Kilometer 21 dan 24.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyebut, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi biang kerok banjir di Japek. Adanya proyek itu membuat drainase atau saluran air tertutup sehingga, membuat air meluap ke jalan tol.
"Makanya yang tadinya gorong gorong, tadinya ada 3 saluran air di situ itu terhambat karena dibantaran paritnya ditutup pakai beton," kata Budi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Menurut Budi, banjir di Jalan Tol Japek baru pertama terjadi. Sebelum adanya proyek tersebut, saluran air atau drainase di wilayah tersebut tak meluap.
"Ada penutupan untuk jalan kerja. Tadinya saluran air bagus kemudian tutup untuk alat berat," ucap dia.
Kendati demikian, Budi telah meminta pihak kontraktor Kereta Cepat yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk membuka saluran air yang tertutup.
"Tanggal 5 itu sudah selesai sudah ada MOU bagi tugas untuk treatment," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok