Suara.com - Di depan para investor dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, akan banyak sekali insentif pajak yang bakal diberikan pemerintah lewat Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law tentang pajak.
"Salah satu isu kami fokuskan di omnibus pajak adalah perbaiki ekonomi dengan berkaitan income tax, salah satunya realisasi penghapusan income tax baik pelaku dalam dan luar," kata Sri Mulyani di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (5/2/2020).
Tak hanya itu kata dia, dalam RUU tersebut akan ada digitalisasi pajak yang sangat penting tidak hanya untuk lokal tapi juga buat pengusaha global.
"Jadi akan ada satu bagian khusus dalam omnibus pajak yang akan fokus pada digitalisasi tax," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
Selain itu, pihak Kemenkeu lanjut Sri Mulyani juga akan mengeluarkan kebijakan yang mengatur tentang pajak pemerintah daerah.
"Jadi pemda dapat terus tarik pajak tapi harus perhatikan hal-hal seperti tarif. Hal ini ditujukan untuk tingkatkan konsistensi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat," katanya.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga berjanji akan menciptakan iklim bisnis yang jauh lebih baik lagi di tanah air, meskipun saat ini tantangan perekonomian makin menantang karena mewabahnya virus corona.
"Sinergi kebijakan fiskal dan moneter, reformasi struktural, dan keberlanjutan akan menstimulasi transformasi ekonomi,” kata Airlangga.
Airlangga menjelaskan sinergi kebijakan antar instansi pemerintah, termasuk untuk mengatasi segala tantangan di 2020.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Anjlok, Perang Dagang AS-China Dituding Biang Keroknya
Untuk jangka panjang, dirinya menuturkan, pemerintah berkomitmen untuk membawa perubahan yang akan menghindarkan jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).
Telah ada 7 (tujuh) agenda yang termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi dan menyokong transformasi ekonomi.
“Ketujuh agenda itu sejalan dengan lima program prioritas Presiden Jokowi yang bertujuan membangun negara dengan kedaulatan, otonomi serta berkararakter kuat berdasarkan prinsip gotong-royong,” tuturnya.
Penyederhanaan regulasi akan dijalankan supaya dapat memperbaiki iklim investasi dan menarik foreign direct investment (FDI) ke Indonesia.
Melalui RUU Cipta Lapangan Kerja, beberapa regulasi yang dinilai menghambat penciptaan lapangan kerja sudah dihapus.
RUU yang menggunakan metode Omnibus Law ini akan mendorong penciptaan pekerjaan berkualitas tinggi dan juga investasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek