Suara.com - Harga emas makin menguat pada perdagangan akhir pekan lalu seiring kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi akibat wabah virus corona serta suku bunga yang rendah mengimbangi data ekonomi AS yang kuat.
mengutip cnbc.com, Senin (10/2/2020) harga emas di pasar spot, naik 0,15 persen ke level 1.572,6 dolar AS per ons. Namun emas spot turun 1,3 persen secara mingguan, di jalur pelemahan mingguan terburuk sejak awal November tahun lalu. Sementara itu harga emas pasar berjangka naik 0,1 persen ke harga1.571,90 dolar AS per ons.
"Pasar tampaknya lebih gugup dalam menyikapi wabah virus corona di china," kata Tai Wong, Analis pada lembaga BMO.
Tai menambahkan reaksi tajam, cepat dan berlawan dengan emas sangat jelas. "Ada demand yang baik di sini dalam menghadapi sinyal ekonomi yang sangat kuat," ujarnya.
Data yang dirilis pemerintah AS memperlihatkan angka non farm payrolls AS periode Januari naik sebesar 225.000 atau lebih tinggi dari perkiraan para analis sebesar 160.000.
Edward Moya, Analis pada lembaga OANDA menilai kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian seputar virus corona membuat emas tetap mendapat dukungan.
Wabah virus corona di china telah menewaskan sekitar 600 orang dan menginfeksi ribuan orang. Hal ini mendorong investor tertarik pada aset berisiko.
"Lonjakan kasus virus corona yang dilaporkan atau karantina yang lebih keras yang bertentangan dengan angka resmi dapat mendorong emas kembali ke level 1.600 USD per ons. Namun beberapa kabar baik yang dirilis dari Tiongkok dan atau penjualan obligasi yang tajam dapat memicu pembalikan," kata Tai.
Faktor penopang harga emas lainnya adalah suku bunga rendah yang ditetapkan bank sentral di seluruh dunia dan kebijakan pelonggaran kuantitatif mereka.The Fed mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada meeting FMOC di bulan Januari lalu seraya mengutip pertumbuhan ekonomi AS yang moderat serta data lapangan kerja yang kuat.
Baca Juga: Harga Emas Berkilau di Tengah Perlambatan Ekonomi Akibat Virus Corona
Sementara itu harga Paladium, harganya turun 2 persen ke 2,298,87 dolar AS per ons. Perak turun 0,7 persen ke harga 17,69 dolar AS. Platinum naik 0,1 persen ke harga 962,76 dolar AS per ons.
Berita Terkait
-
Naik Rp 2.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 772.000 Per Gram
-
Emas Dunia Mulai Kembali Berkilau, Harganya Merangkak Naik
-
Turun Rp 7.000, Emas Antam Dijual Rp 771.000 Per Gram
-
Virus Corona Terus Merebak, Kilau Emas Dunia Memudar
-
Turun Rp 1.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 778.000 Per Gram
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Harga Emas Turun Lagi Hari Ini, Terkoreksi Masif di Pegadaian
-
Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?
-
Cara SIG Dongkrak Kualitas SDM Kontruksi RI
-
Skandal Saham PIPA, Ini Profil dan Para Pemegang Sahamnya
-
Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola