- Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka terkait dugaan pasar modal ilegal PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) pada Selasa (3/2/2026).
- Kasus ini mengungkap PIPA diduga tidak layak IPO 2023 karena ketidaksesuaian valuasi aset, meraup dana Rp97,12 miliar.
- Ketiga tersangka berasal dari BEI, Financial Advisor, dan Manajer Proyek PIPA yang diduga memanipulasi data IPO.
Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri secara resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pasar modal yang menyeret PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA).
Penetapan ini dilakukan setelah penyidik melakukan penggeledahan intensif di wilayah Senayan, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026).
Langkah hukum ini membongkar tabir gelap di balik proses melantainya perusahaan manufaktur bahan bangunan tersebut di bursa pada tahun 2023 silam.
Penyidik menemukan indikasi kuat bahwa PIPA sebenarnya tidak memenuhi kriteria kelayakan untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), terutama terkait ketidaksesuaian pada valuasi aset perusahaan.
Tersangka dan Peran yang Didalami
Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, merinci bahwa ketiga tersangka berasal dari latar belakang yang berbeda, mencakup regulator hingga konsultan:
BH: Mantan staf Unit Evaluasi dan Pemantauan Perusahaan Tercatat 2 di Divisi PP3 PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
DA: Bertindak sebagai Financial Advisor.
RE: Manajer Proyek (Project Manager) dari pihak PIPA yang bertugas mengawal proses IPO.
Baca Juga: Tommy Soeharto Lepas Semua Saham HITS, Intip Kondisi Keuangannya
Diduga kuat, terdapat praktik manipulasi data yang bertujuan untuk memuluskan jalan PIPA dalam meraih dana segar dari masyarakat.
Pada saat IPO, PIPA menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek dan berhasil meraup dana mencapai Rp97,12 miliar dengan harga penawaran Rp105 per saham.
PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)
PT Multi Makmur Lemindo Tbk merupakan perusahaan yang berfokus pada industri manufaktur material bangunan berbahan dasar PVC.
Berawal dari sebuah persekutuan komanditer (CV) pada 2005, perusahaan ini berkembang menjadi produsen pipa, fitting, selang, hingga tangki air terintegrasi.
Saat ini, perseroan mengoperasikan fasilitas produksi dengan kapasitas terpasang mencapai 300 ton yang berlokasi di Tangerang, Banten. Produk-produk PIPA telah menyuplai berbagai proyek infrastruktur besar, termasuk pembangunan jalan tol di pulau Jawa dan Sumatera.
Berita Terkait
-
Profil PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan Pemilik Sahamnya
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan