Bisnis / Keuangan
Rabu, 04 Februari 2026 | 06:50 WIB
Ilustrasi. SIG sertifikasi 5.000 ahli bangunan dukung SDM unggul Indonesia Emas 2045. Foto ist.
Baca 10 detik
  • SIG sertifikasi 5.000 ahli bangunan dukung SDM unggul Indonesia Emas 2045.
  • Program pelatihan serentak di 5 kota raih Rekor MURI provinsi terbanyak.
  • Peluncuran aplikasi Jago Bangunan dorong digitalisasi dan kompetensi tukang.

Suara.com - Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) kini menjadi kompas utama pemerintah dalam menavigasi arah ekonomi nasional. Di tengah persaingan global yang kian sengit, mencetak tenaga kerja yang terampil, profesional, dan adaptif bukan sekadar pilihan, melainkan pilar utama demi mewujudkan kemandirian bangsa menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Menjawab tantangan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengambil langkah konkret dengan menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di sektor konstruksi. Melalui program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan, SIG berupaya memastikan bahwa "ujung tombak" pembangunan fisik Indonesia memiliki standar keahlian yang diakui secara nasional.

Momentum bersejarah tercipta pada Minggu (1/2/2026), ketika SIG menyelenggarakan pelatihan serentak di lima wilayah strategis: Kabupaten Bogor, Palembang, Bengkulu, Malang, dan Kendari. Sebanyak 500 peserta terlibat dalam aksi masif ini, yang akhirnya membuahkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori "Pelatihan Tukang Bangunan Serentak di Provinsi Terbanyak".

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata semangat Bangga Bangun Indonesia. "Ahli bangunan memiliki peran vital dalam mentransformasi rancangan menjadi struktur yang kokoh dan berkelanjutan. Sertifikasi ini adalah bentuk perlindungan profesi sekaligus jaminan kualitas bagi industri konstruksi kita," ujar Dicky.

Tak hanya memberikan pelatihan fisik, SIG juga menunjukkan sisi adaptifnya dengan meluncurkan aplikasi Jago Bangunan serta meresmikan Akademi Jago Bangunan. Inovasi digital ini dirancang sebagai wadah edukasi berkelanjutan. Di dalamnya, para ahli bangunan dapat mengakses e-learning, katalog produk, hingga layanan konsultasi teknis dan perhitungan Anggaran Bangunan (RAB).

Hingga saat ini, komunitas Jago Bangunan telah merangkul 14.941 anggota. Muhammad Taufik (49), seorang peserta asal Bogor yang telah berkecimpung selama 10 tahun di dunia konstruksi, mengaku sangat terbantu. "Pelatihan ini memperbarui pengetahuan saya tentang material modern. Dengan aplikasi Jago Bangunan, saya kini punya tempat bertanya saat menghadapi kendala teknis di lapangan," ungkapnya.

Sebagai holding company yang menaungi merek-merek ikonik seperti Semen Padang, Semen Gresik, hingga Semen Baturaja, langkah SIG ini merupakan strategi cerdas dalam memperkuat ekosistem bisnis. Dengan membekali peserta dengan pengetahuan material beton, prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta metode konstruksi efisien, SIG tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun standar industri.

Ke depan, SIG menargetkan untuk menjangkau lebih dari 100 kabupaten/kota dengan total sasaran 5.000 ahli bangunan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa sinergi antara korporasi dan tenaga kerja lokal adalah kunci utama untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan memastikan setiap jengkal infrastruktur Indonesia dibangun oleh tangan-tangan ahli yang berkompeten.

Baca Juga: KPK Incar Harta Bos Asing di BUMN, Direksi WNA Wajib Lapor LHKPN

Load More