Suara.com - Himbauan Pemerintah untuk mengurangi interaksi sosial dalam rangka menekan angka penularan virus Covid-19, salah satunya dengan bekerja dari rumah (work from home/WFH) disambut baik oleh sejumlah perusahaan startup, salah satunya Gojek.
Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Prof. Hasbullah Thabrany menilai keputusan yang diambil oleh berbagai perusahaan dengan menerapkan kebijakan WFH itu adalah langkah yang tepat.
Selagi virus Covid-19 mewabah, dia menilai pendekatan kebijakan seperti WFH maupun protokol untuk mengurangi kontak dengan orang lain, bisa jadi ampuh menekan angka penularan mengingat virus Covid-19 mempunyai daya tular yang dinamis.
Virus ini, jelasnya, bisa menular melalui kontak langsung dengan benda yang terpappar. Penularan langsung lewat cairan tubuh, seperti liur maupun cairan yang berasal dari bersin dan batuk.
“Ruang publik dan transportasi umum, punya potensi penyebaran Covid-19 yang tinggi. Jadi, jika tidak ada WFH sebagai bagian dari distansi sosial, maka penularan Covid-19 akan lebih luas dan tempo singkat, karena itu perlunya kampanye tersebut. Namun memang tidak 100% bisa diharapkan berhasil, tetapi sebagai upaya menekan risiko itu penting,” kata Hasbullah, Rabu (18/3/2020).
Namun persoalannya, lanjut Hasbullah, tak jarang orang yang tengah menderita sakit dan telah mengidap Covid-19 tidak menyadari kondisi kesehatan dirinya.
Alhasil, tanpa sadar orang yang terpapar virus itu menyebarkan wabah, karena sewaktu bersin dan batuk cairan tubuhnya melekat ke mana-mana, apalagi setelah itu mereka menyentuh langsung benda-benda di sekitar.
Terlebih lagi, simpulnya, inkubasi virus berlangsung selama 14 hari. Selama itu pula, lanjut Hasbullah, si penderita punya potensi menularkan wabah kepada orang sekitar.
Gojek diketahui turut menerapkan kebijakan WFH untuk karyawannya yang ditempatkan di kantor pusat Gojek di Indonesia, India, Singapura dan Filipina.
Baca Juga: Ekspektasi vs Realita Work From Home ala Pelajar Indonesia, Bikin Ngakak
Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam laman Linkedin-nya mengatakan jika keselamatan dan keamanan setiap orang, baik yang berada di dalam maupun di luar ekosistem perusahaan daring itu, merupakan prioritas utama Gojek.
“Kami kira semua orang dapat berperan dalam menekan penularan virus Covid-19 dan kita sebaiknya melakukan apa yang kita bisa untuk menjaga jarak sehingga kita terhindar dari potensi penularannya. Untuk itu saya mendorong seluruh dunia usaha untuk mendukung kebijakan social distancing yang berlaku di seluruh dunia ini,” tuturnya.
Terkait hal tersebut, Gojek juga berencana memperluas penerapan kebijakan itu pada wilayah lain yang menjadi lokasi operasionalnya.
Selain itu, Gojek juga telah mengeluarkan panduan untuk bekerja dari rumah agar tetap produktif, termasuk di antaranya dengan menetapkan perangkat komunikasi yang tepat serta menetapkan jam kerja yang efektif bagi seluruh tim untuk tetap dapat berkoordinasi satu sama lain dalam menyelesaikan pekerjaan meskipun secara remote.
Dalam rangka menekan potensi penularan virus Covid-19, Presiden Joko Widodo baru-baru ini telah menghimbau agar perusahaan-perusahaan menerapkan strategi kerja dari rumah (work from home/WFH) dalam rangka mendukung kebijakan social distancing atau menjaga jarak yang ditetapkan pemerintah guna meminimalisir interaksi sosial yang dapat memicu terjadinya kontak langsung antar manusia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun
-
Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM