- Askrindo mperkuat ketahanan dan keberlanjutan operasional perusahaan melalui penyelenggaraan kampanye BCMS.
- Upaya strategis ini demi memastikan kesiapan perusahaan menghadapi berbagai potensi gangguan, khususnya risiko force majeure.
- Penerapan BCMS merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan proses bisnis perusahaan asuransi dan penjaminan.
Suara.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperkuat ketahanan dan keberlanjutan operasional perusahaan melalui penyelenggaraan Kampanye Budaya Business Continuity Management System (BCMS).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis Askrindo dalam memastikan kesiapan perusahaan menghadapi berbagai potensi gangguan, khususnya risiko force majeure yang dapat berdampak pada stabilitas layanan dan kepercayaan pemangku kepentingan.
Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa penerapan BCMS merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan proses bisnis perusahaan asuransi dan penjaminan di tengah dinamika risiko yang terus berkembang. Untuk itu, Askrindo secara konsisten menyiapkan tata kelola yang terintegrasi, mencakup kebijakan, infrastruktur, sumber daya manusia, teknologi informasi, hingga standar operasional, agar perusahaan tetap mampu beroperasi secara optimal dalam berbagai kondisi.
Penguatan penerapan BCMS di Askrindo saat ini difokuskan pada pengelolaan risiko gangguan yang berasal dari natural hazard seperti bencana alam yang berpotensi menimbulkan disrupsi operasional dan man-made seperti cyber attack. Sejumlah uji coba BCMS telah dilakukan di berbagai kantor cabang dan terbukti berjalan efektif, termasuk pada saat terjadi bencana gempa bumi, di mana skema keberlanjutan bisnis dapat diimplementasikan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
“Risiko tidak bisa dihindari. Melalui BCMS, Askrindo memastikan telah memiliki tata cara yang jelas untuk menjaga keberlangsungan proses bisnis saat risiko terjadi. Yang terpenting, BCMS harus terus dilatih dan dibudayakan agar dapat dijalankan secara otomatis ketika dibutuhkan,” jelas Mahelan, dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Dalam kampanye awareness tersebut, Askrindo turut menghadirkan Dr. Ruben Damanik dari PT Reasuransi MAIPARK Indonesia sebagai narasumber untuk memberikan perspektif terkait risiko kegempaan dan implikasinya terhadap keberlanjutan bisnis. Ia menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia menuntut perusahaan untuk memiliki kesiapan operasional yang terencana dan berlapis.
“Indonesia berada di wilayah crown ring of fire aktif sehingga potensi gangguan akibat gempa bumi tidak hanya berdampak pada aset fisik, tetapi juga pada keberlangsungan operasional perusahaan. Karena itu, penerapan Business Continuity Management menjadi krusial untuk memastikan kapasitas operasional tetap terjaga meskipun terjadi disrupsi,” ujar Ruben.
Sebagai bagian dari Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), Askrindo juga menunjukkan konsistensinya dalam memenuhi standar internasional. Hingga saat ini, Askrindo tercatat telah mempertahankan sertifikasi ISO 22301:2019 – Business Continuity Management System sejak 2019 dan sudah pada siklus ketiga, setelah melalui audit komprehensif oleh British Standards Institution (BSI), sebagai wujud kesiapan operasional dan keberlanjutan usaha di tengah meningkatnya kompleksitas risiko industri.
“Askrindo konsisten menjaga kesiapan operasional melalui penerapan BCMS. Sertifikasi ISO 22301:2019 yang kami pertahankan sejak 2019 menjadi bukti bahwa keberlanjutan usaha memang kami siapkan secara serius,” tutup Mahelan.
Baca Juga: Melihat Wajah Baru Pasar Kombongan Usai Direvitalisasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN